Rabu, 28 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Immomerium Ali Mukhni, Guru Bupati Berlegacy (Ulasan Mendalam Prof Duski)

Prof Duski Samad (dua dari kiri) dan beberapa ulama Padang Pariaman lainnya, saat berdiskusi dengan almarhum Ali Mukhni semasa masih menjabat Bupati Padang Pariaman. (Suindra for DatiakFoto)
1871 pembaca

Tanawwa’ul asbab finnal mauti wahid (sebab dapat saja beragam, namun kematian tetap saja satu). Apabila datang ajal, tidak sedikitpun dapat dimundurkan dan dimajukan, (QS. al-A’raf/7:34).

Ungkapan dan ayat di atas langsung mengelebat dalam pikiran penulis, ketika pukul 12.00 tengah hari, hari Sabtu, tanggal 28 Oktober 2023. Dalam telepon suara bergetar menyampaikan wafatnya Haji Ali Mukhni tanpa melalui perawatan dari sakit. Innalillahi wainna ilaihi rajium.

Kabar duka begitu cepat menyebarnya melalui media sosial dan begitu pula sahabat. Sanak saudara berkumpul ramai di rumah duka Kampung Jaho Kota Pariaman. Kaba baik ba imbauan, kaba buruk ba hampuran masih cukup kuat adanya dalam masyarakat Padang Pariaman dan Kota Pariaman.

Setelah hari kedua wafat ini, selesai pemakaman di tanah kelahirannya di Kampuang Dalam, Padang Pariaman, adalah pantas diungkapkan kenangan legendaris yang telah beliau torehkan. Insya Allah, karya pengabdian terbaiknya menjadi investasi amalnya dihadapan Allah Swt.

Pilihan judul “Guru Kepala Daerah Berlegacy” maksudnya untuk menyatakan awal karir almarhum H Ali Mukhni adalah guru olahraga, yang diangkat pertama kali di Provinsi Bengkulu.

Almarhum pernah menceritakan kepada penulis, di provinsi tetangga itu ia dibimbing sekaligus dimentori almarhum Bapak Sabri Zakaria (Mantan Kepala PU tersukses di Sumatera Barat).

Dalam jejak sejarah hidup beliau kembali ke Padang Pariaman sebagai guru olahraga. Bersamaan itu juga aktif sebagai pengusaha. Kelaknya, beliau menjadi Wakil Bupati Padangpariaman mendamping almarhum H Muslim Kasim.

Karir beliau terus meroket sampai menjadi Bupati Padang Pariaman selama 2 priode. 10 tahun dengan 2 orang wakil bupati. Pertama H Damsuar, dan periode kedua dengan Suhatri Bur yang kini menjadi Bupati Padang Pariaman.

Recovery Pasca Gempa 2009

Saat gempa besar 30 September 2009, Ali Mukhni adalah wakil bupati mendampingi almarhum Muslim Kasim. Ketika tahun 2010, ia terpilih menjadi bupati dengan didampingi Damsuar yang dipublikasi media sebagai pamong senior dan berpengalaman di pemerintah.

Tentu, bupati dapat dengan mudah mengkordinasikan, mencari terobosan dan membangun jaringan dengan nasional untuk memperbaiki fasilitas pendidikan, dan kebutuhan umum lainnya.

Dalam recovery ekonomi, Ali Mukhni membangun koneksi dengan nasional dan pengusaha orang sukses di Rantau. Seorang Guru Besar (Professor) di perguruan tinggi umum Sumatera Barat pernah menyampaikan pada penulis;

“Jika ingin tahu siapa kepala daerah yang mau berjam-jam, bahkan tidur di ruang tamu menunggu Menteri untuk urusan ekonomi, pendidikan dan pembangunan daerahnya, ya itulah Ali Mukhni, Bupati Padang Pariaman.”

Perjalanan penulis mencermati recovery pasca gempa 2009, Kabupaten Padang Pariaman harus menyatakan bahwa daerah termasuk yang cepat bangkit. Kesadaran masyarakat nagari, dukungan perantau, dan tentu tak terlepas motivasi, kebijakan dan dukungan kepemimpinan kepala daerah, adalah hasil nyata kebangkitan masyarakat dari kesulitan hidup, menuju lebih baik.

Sukses pembangunan fisik, mental dan keharmonisan masyarakat pasca trauma gempa beberapa kali, begitu juga musibah longsor, banjir bandang dan bencana lainnya, adalah buah dari ketahanan kolektif adat, budaya dan agama yang kuat di dalam sistem sosial kemasyarakatan.

Peran Bupati Ali Mukhni bertemu langsung dengan tokoh, mengunjungi dengan cepat dan sigap setiap bencana, memenuhi undangan kegiatan masyarakat dalam segala ragamnya adalah faktor pengikat dan percepatan recovery masyarakat.

Modal Militansi

Kiprah dan sepak terjang Ali Mukhni memimpin Padang Pariaman, menurut yang penulis lihat, dengar, tanya dari orang sekitarnya, laporan media, pengakuan masyarakat, dan stakeholder bahwa kekuatan yang sulit menandingi Ali Mukhni.