Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Imbau Warga Menunda Kehamilan di Masa Pandemi

  • Bagikan
Kepala DPPKB Aspinuddin mendampingi Wabup Padangpariaman Suhatri Bur meninjau salah satu puskesmas di Padangpariaman. Aspinuddin mengimbau warga menunda kehamilan. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Ibu hamil sangat rentan terpapar Covid-19. Risikonya juga bisa mengancam keselamatan ibu dan anak yang dikandungnya. Untuk itu, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Padangpariaman, sekarang tampak getol menyosialisasikan menunda kehamilan.

“Kami sekarang memang menjalankan gerakan tunda kehamilan dalam masa era pandemi Covid-19. Pelaksanaanya hingga pada sosialisasi ke nagari-nagari, mengajak masyarakat menunda kehamilan terlebih dahulu,” ujar Kepala DPPKB Padangpariaman, Aspinuddin, Kamis (13/8).

Sosialisasi itu tidak hanya dilakukan petugasnya dan kader-kader KB di Padangpariaman, tetapi juga seluruh pejabat DPPKB Padangpariaman. Terlebih lagi dirinya. Sehingga, pelaksanaan sosialisasi tersebut benar-benar maksimal.

“Saya sudah turun langsung ke 103 nagari di Padangpariaman, untuk memastikan respon warga terkait imbauan penundaan kehamilan. Alhamdulillah, warga bisa memahaminya karena kita memberikan pemahaman dengan baik,” kata mantan Kadinkes Padangpariaman itu.

Aspinuddin membenarkan, kebanyakan warga memang memahami bahwa mereka diminta berhenti atau dilarang hamil. Lebih parahnya lagi, ada yang beranggapan dilarang berhubungan. Padahal, tujuannya bukanlah demikian.

“Ini yang kita luruskan saat sosialisasi. Penundaan itu sifatnya sementara, demi keselamatan kalangan ibu-ibu. Soal berhubungan, kami menganjurkan memakai alat kontrasepsi,” ungkap Aspinuddin yang bakal dilantik oleh Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno, menjadi Ketua Perhimpunan Kepala Dinas KB Sumbar, Selasa (18/8) depan.

Menurutnya, ibu hamil sangat rentan terpapar Covid-19. Bahkan, dominan kasusnya berujung pada keselatan nyawa ibu dan anak dalam kandungannya. “Jadi risikonya sangat besar kalau ibu hamil terpapar Covid-19,” hemat mantan Direktur RSUD Padangpariaman itu.

“Bagi ibu-ibu yang kini dalam kondisi hamil, kami minta agar tidak banyak beraktivitas di luar rumah, seperti ke pasar dan lokasi keramaian lainnya,” tambahnya.

Aspinuddin belum dapat memastikan kapan sosialisasi yang mengimbau warga menunda kehamilan tersebut dihentikan. Pasalnya, ia melihat kondisi pandemi Covid-19 belum juga mereda sampai sekarang.

“Semua tergantung kondisi saja. Kalau kasus tidak ada lagi dan dinyatakan aman, tentu kali tidak mungkin meminta warga menunda kehamilan. Namun sekarang kan kasus kembali melonjak,” pungkasnya. (da.)

BACA JUGA:  Keamanan Pangan Tergantung Kecerdasan Masyarakat
  • Bagikan