Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Ikan Larangan Dibuka, Pangan Nagari Sungai Sariak Menguat

  • Bagikan
Para personel TNI ikut dalam jamuan ninik mamak, alim ulama dan cadik pandai saat pelepasan ikan larangan di Nagari Sungai Sariak. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Ikan larangan yang terdapat di seluruh perairan Nagari Sungai Sariak, Kecamatan VII Kota Sungai Sariak, sudah dibuka sejak Jumat (23/11). Artinya, ikan larangan itu sudah bisa ditangkap warga guna kebutuhan pangannya.

Pembukaan ikan larangan tersebut menghadirkan seluruh ninik mamak, alim ulama dan cadik pandai di sana. Makanya, di lokasi pembukaan tampak hadir para pemuda nagari di Sungai Sariak. Di antaranya A Dt Rangkayo Pandak, M Dt Rangkayo Basa, K Dt Ali Basa, S Dt Alat Cumano, R Dt Rky Sati, Z Dt Rangkayo Marajo, J Pamuncak Majolelo, AWT Dt Panji Alam, N DT Rangkayo Mulie, serta Anton Wira Tanjung Dt Panji Alam.

Tidak itu saja, pelepasan ikan larangan tersebut turut disaksikan para kapalo mudo nan barampek di Nagari Sungai Sariak. Yakni Taya Kapalo Mudo, Karuik Kapalo Mudo, Duruih Kapalo Mudo, Maliyus Kapalo Mudo. Lalu juga tampak para labai nan barampek, serta bundo kandung di Nagari Sungai Sariak.

BACA JUGA:  Hati-hati Kelola Dana BOS

Ketua KAN Nagari Sungai Sariak Awaludin Datuak Rangkayo Pandak, mengatakan bahwa ikan larangan di sana rutin dibuka sekali 2 tahun. Waktu pembukaannya bertepatan dengan bulan Maulud Nabi Muhammad SAW atau di rabiul awal.

Pembukaan ikan ini diawali dengan prosesi adat dengan menjamu seluruh ninik mamak, alim ulama, serta cadiak pandai di Nagari Sungai Sariak ini,” ujar Awaludin, kemarin (25/10).

Senada dengan itu, Penghulu Tanjung Sungai Sariak, Anton Wira Tanjung Dt Panji Alam mengatakan, budaya membuka ikan larangan sudah dilakukan sejak zaman Syekh Tuanku Saliah. Tujuannya untuk penguatan pangan dan ekonomi masyarakat.

Nantinya seluruh masyarakat dapat memancing ikan selama 3 bulan, tanpa dipungut biaya. Tapi, masyarakat dapat menyumbangkan dana untuk pembangunan Masjid Tuo Sungai Sariak, yaitu Masjid Raya Lubuk Bareh.

BACA JUGA:  Seleksi Sekdakab Solsel 2021, Akademisi Raih Nilai Tertinggi

“Tradisi ini menyimpan banyak nilai sosial dan keagamaan. Di samping itu juga mendukung penguatan ekonomi dan pangan warga. Makanya, ini rutin dilaksanakan ddi Nagari Sungai Sariak,” pungkas Anton yang juga Kabag Humas dan Protokol Padangpariaman. (da.)

  • Bagikan