Rabu, 28 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Hoaks Uang Japuik Rp 500 Juta, PKDP Padang Keluarkan Peringatan Keras

Ketua DPD PKDP Kota Padang, Amril Amin, didampingi Sekretasis PKDP Padang, Sonny Affandi, Tim Hukum Boy London, serta pengurus DPD PKDP Kota Padang lainnya, saat memberikan keterangan pers terkait hoaks uang japuik Rp 500 juta yang viral di media sosial. (Foto: Facebook)
503 pembaca

Padang | Datiak.com – Uang japuik Rp 500 juta yang viral di media sosial (medsos) mendapat kecaman keras dari Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Kota Padang. Sebab, informasi tentang uang japuik yang disebar luas di medsos itu menjadi hoaks, lantaran dipelintir sebagai penyebab dugaan bunuh diri seorang wanita bernama Shintia Indah Permatasari.

Ketua DPD PKDP Kota Padang, Amril Amin, mengecam keras penyebaran informasi palsu terkait uang japuik Rp 500 juta itu. Pasalnya, kabar bohong yang kini viral di medsos itu, menyebabkan ketidaknyamanan dan kesedihan di kalangan masyarakat Piaman (Padang Pariaman dan Kota Pariaman).

“Pihak keluarga korban telah memberikan klarifikasi bahwa kematian anak mereka tidak ada hubungannya dengan tradisi japuik bajapuik,” tegas Amril Amin saat konferensi pers di Cafe Dhamar Shaker Padang, Minggu (19/11/2023).

Pria yang akrab disapa Aciak Amin itupun menegaskan, bahwa informasi uang japuik Rp 500 juta yang beredar di medsos saat ini, sebagai bentuk “menghina” sehingga sangat masyarakat Piaman.

Ia pun meminta agar pegiat medsos tidak membuat dan menyebarkan konten-konten yang berkaitan dengan budaya orang lain, tanpa pemahaman yang pasti terkait seluk beluk budaya tersebut.

“Viralnya hoaks terkait dugaan bunuh diri karena uang japuik Rp 500 juta ini, jelas membuat kami laki-laki Piaman sangat syok. Berita bohong itu sangat menghinakan kami, karena tidak seperti itu adanya,” tegas Aciak Amin.

Sekretaris DPD PKDP Kota Padang, Sonny Affandi, juga menegaskan agar masyarakat luar Piaman khususnya pegiat medsos, tidak memberikan tanggapan pada sesuatu yang tidak dipahami sepenuhnya.

“Mari kita saling menghargai dan memahami adat-istiadat suku dan daerah lain. Jangan berkomentar tanpa pemahaman, sehingga menimbulkan berbagai opini sebagai pemetik kegaduhan,” tegasnya.

Untuk itu, Pengurus DPD PKDP Padang memperingatkan secara tegas agar konten yang sudah beredar segera dihapus. Pasalnya, konten itu jelas sebagai bentuk pelanggaran Undang-Undang ITE terkait ujaran kebencian.

Hal itu ditegaskan oleh Tim Hukum Boy London. Mereka memberikan peringatan kepada masyarakat, terutama pegiat medsos, untuk tidak lagi menyebarkan konten yang merendahkan adat budaya Piaman.

“Kami laki-laki Piaman bukanlah binatang yang bisa dijual belikan atau dipaksa menikah. Ini sangat salah dan bukan begitu sebenarnya adat Piaman,” ungkap perwakilan dari Tim Hukum Boy London.

Pihak berwenang dan aparat hukum pun diharapkan segera mengambil langkah-langkah yang diperlukan guna menegakkan hukum dan melindungi martabat masyarakat Piaman dari penyebaran informasi palsu dan merugikan itu.

“Ini penghinaan, ujaran kebencian, dan bentuk pelanggaran hukum yang harus ditindaklanjuti,” tegas Boy London yang diamini Amril Amin, Sonny Affandi, serta Pengurus DPD PKDP Padang lainnya.

Informasi yang dirangkum Datiak.com, baik keluarga Shintia ataupun pihak keluarga Hadi yang merupakan calon suami dari Shintia, menegaskan bahwa informasi uang japuik Rp 500 juta yang viral adalah hoaks.

Pasalnya, soal uang japuik Rp 500 juta itu sudah disepakati pihak keluarga Shintia dan Hadi sejak 26 Agustus 2023. Jadi, sudah tak ada lagi sedikitpun masalahnya terkait itu, lantaran uang itu tidak hanya berasal dari keluarga Shintia, tetapi 70 persennya dari keluarga Hadi.

Makanya, persiapan pernikahan antara Shintia dan Hadi yang dijadwalkan 14 Januari 2024, sudah melangkah cukup jauh, yaitu mencapai 85 persen. Hadi dan Shintia pun telah melakukan sesi prewedding dan sidang BP4R.

Untuk itu, pihak keluarga Shintia ataupun Hadi meminta agar masyarakat dan pegiat medsos tidak lagi menyebar luaskan informasi bohong tersebut. Sebab, hal itu sangat melukai dan merusak nama baik keluarga mereka.

Sekarang, pihak keluarga Shintia hanya berharap agar penegak hukum mengungkap penyebab dugaan bunuh diri yang dilakukan Shintia. Mereka tidak sedikitpun mengganggap kejadian memilukan itu dipicu oleh hal-hal yang berkaitan dengan pernikahan Sintia.

Untuk diketahui, Shintia ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar salah satu hotel di Kota Padang, pada Senin (13/11/2023). Pihak keluarga Shintia ataupun Hadi sangat syok atas kejadian yang belum diketahui penyebabnya itu. (da.)