Hiu Tutul Seberat 2,5 Ton Terdampar di Pesisir Selatan

  • Bagikan
Nelayan bersama warga mengevakuasi hiu tutul yang terdampar dalam kondisi mati di Muara Surantiah, Kecamatan Sutera, Senin (26/10). (Foto: Istimewa)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Hiu tutul dengan panjang sekitar 7 meter terdampar, di Pantai Lansano, Muara Surantiah, Kecamatan Sutera, Senin (26/10). Keberadaan hiu dengan nama ilmiah rhincodon typus tersebut, terlihat oleh nelayan di sana sekitar pukul 10.00 WIB.

“Beratnya (hiu tutul, Red) sekitar 2,5 ton. Pertama kali oleh nelayan, hiu ini masih hidup dan sedang berusaha menepi ke pantai. Namun ketika ditemukan terdampar, kondisinya sudah mati,” kata Rasman (43 tahun), salah seorang warga di sana.

Rasman menjelaskan, nelayan sebelumnya sudah berusaha menghalau hiu itu agar kembali ke tengah laut. Sempat berhasil, tetapi tak beberapa lama hiu itu itu kembali menepi ke pantai. Hal itu pun dibenarkan oleh Afrizal (49 tahun), salah seorang nelayan di Muara Surantiah tersebut.

BACA JUGA:  Ashelfine: Pembangunan Sumber Daya Manusia Harus Ditingkatkan

“Sebenarnya hiu tutul ini sudah mulai terlihat sejak lima hari yang lalu. Namun ia tidak menggangu. Makanya, kami membiarkan saja. Lagian ia terlihat masih jauh ke tengah atau masih di luar pecahan ombak,” ujarnya. “Pas hiu itu tadi (kemarin) menepi, kondisinya tampak tidak seagresif sehari sebelumnya. Ketika nelayan menariknya dengan boat, kondisinya ternyata sudah mati,” imbuh Afrizal.

Sedangkan Ketua Kelompok Nelayan Harapan Jaya Sutera, Ramadhan, menjelaskan bahwa pihaknya telah melaporkan kejadian itu ke pihak Dinas Perikanan Pessel, Balai Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang, serta Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Sumbar.

“Pada 19 Oktober 2019 lalu, seekor hiu tutul juga terdampar di perairan pantai daerah setempat, persisnya di Pantai Tan Sridano, Kecamatan Batang Kapas. Sebelum terdampar, ikan malang tersebut terlebih dahulu masuk ke dalam pukat tepi,” tuturnya.

BACA JUGA:  13 Medis di Padangpanjang Positif Corona

Nelayan di sana berupaya berusaha menyelamatkannya dengan mengevakuasi ke perairan yang lebih dalam. Namun, usaha tersebut gagal. Akhirnya, ikan itu pun mati dan dievakuasi oleh nelayan sekitar ke daratan.

Pada 6 Agustus 2019 ikan sejenis juga terdampar di Pantai Taluak Batuang yang juga berada di Kecamatan Batang Kapas. Ikan itu pun dikubur di lokasinya terdampar oleh tim Balai Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Laut (BPSPL) Padang sehari setelah peristiwa. (da.)

  • Bagikan