Iklan Melayang
Iklan Melayang

Hattrick Raih MURI Masakan Tradisional

  • Bagikan
bupati dharmasraya saat menerima penghargaan muri
Bupati Dharmasraya Sutan Riska Tuanku Kerajaan saat menerima piagam rekor MURI dari Senior Manager MURI, Yusuf Ngandri. (Foto: Humas)
banner 468x60

Dharmasraya – Tim Penggerak Pemeberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kabupaten Dharmasraya berhasil meraih tiga rekor masakan tradisional dari Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI). Yakni memasak Wajik terbanyak, sajian Sate Ikan terbanyak, dan terakhir memasak Lepat terbanyak.

MURI memasak Lepat terbanyak itu diraih TP-PKK Dharmasraya saat pencanangan Bulan Bhakti Dasawisma, gebyar kader PKK, serta pencanangan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat tingkat Kabupaten Dharmasraya, di Sport Centre Dharmasraya, Selasa (3/3).

banner 336x280

“Berkat kerja keras kader PKK, Posyandu, dan Dasawisma di Dharmasaya, kita kembali dianugerahi rekor MURI masakan tradisional terbanyak. Kali ini untuk masakan tradisional Lepat,” ujar Bupati Dharmasraya, Sutan Riska Tuanku Kerajaan, seperti dikutip dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Dharmasraya.

Sutan Riska menjelaskan bahwa Dharmasraya sudah tiga kali meraih MURI kategori memasak makanan tradisional terbanyak. Dimulai dari Wajik, Sate Ikan, terakhir Lepat. “Ini langkah baik TP-PKK kita untuk terus melestarikan masakan tradisonal,” ungkapnya.

Untuk itu, ia berharap agar masyarakat terus melestarikan masakan tradisional, karena sangat tinggi nilainya. Selain itu, menurutnya masakan tradisional juga alami dan baik untuk kesehatan.

Membenarkan, Ketua TP-PKK Dharmasraya, Dewi Sutan Riska juga berterima kasih kepada kader PKK, Posyandu, dan Dasawisma Dharmasraya yang sangat kompak dan bersemangat menyiapkan ribuan makanan tradisional jenis Lepat tersebut. Ia bahkan kagum persiapan itu dilakukan sejak Subuh.

“Jerih payah dan semangat ibu-ibu kita yang memasak Lepat ini dibayar langsung dengan raihan MURI ini,” kata Dewi sembari tersenyum.

Sedangkan Senior Manager MURI, Yusuf Ngandri menyatakan, Dharmasraya pantas mendapatkan penghargaan tersebut. Ia berharap rekor MURI itu turut memotivasi daerah lain membuat rekor kebanggaan ke depannya.

“Saya sangat bangga menjadi bagian dan saksi, apalagi Museum Rekor Dunia Indonesia mencatat Dharmasraya membuat makanan tradisional Lepat terbanyak,” kata Yusuf.

Yusuf turut menjelaskan, setahunya di Indonesia terdapat lebih dari 9.400 macam makanan tradisional. Di Dharmasraya, pihaknya menemukan makanan yang inovatif dan penuh inspirasi, sehingga patut dikembangkan.

“Ada ribuan Lapek dari 416 jenis. Mulai dari berbahan baku ubi biasa, ubi jalar, ubi ungu, juga labu. Ini sangat mengagumkan dan patut kita contoh,” pujinya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan