Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Hasil Sidang Perdana Terdakwa Dugaan Prostitusi Online di Padang

  • Bagikan
Terdakwa dugaan prostitusi online di Padang, NN, saat menjalani sidang perdana di PN Padang, kemarin (16/7). (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Terdakwa perkara dugaan prostitusi secara online di Padang berinisial NN, menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumbar, di Pengadilan Negeri (PN) Padang Kelas IA, Kamis (16/7).

Dalam dakwaan, JPU dijelaskan bahwa terdakwa NN bersama dengan AS (berkas terpisah) ditangkap Minggu, 26 Januari 2020, di salah satu kamar hotel berbintang di Kota Padang.

“Saat itu, Ditreskrimsus Polda Sumbar mendapat informasi dari masyarakat tentang prostitusi online. Kemudian polisi, meminta saksi Rio untuk memancingnya, sekaligus membuktikan informasi tersebut,” kata JPU Dewi Permata Asri saat membacakan dakwaannya.

Lebih lanjut dijelaskannya, saksi Rio menghubungi terdakwa NN, menggunakan smartphone dan aplikasi MiChat. Selanjutnya, terjadi percakapan dan transaksi.

“Dalam isi percakapan tersebut, Rio akan memberi tarif seharga Rp 800 ribu. Kemudian, Rio menaikkan tarif tersebut, bila servisnya bagus. Terdakwa NN pun, menyanggupinya,” jelasnya.

JPU menambahkan, terdakwa AS (berkas terpisah), mengantarkan terdakwa NN, ke hotel yang telah disepakatinya. Pasalnya, terdakwa bersama AS, berada di hotel yang berbeda.

“Setelah terdakwa, tiba di kamar salah satu hotel dan bertemu dengan Rio. Rio pun mencoba mengulur-ngulur waktu. Tak lama kemudian, Polda Sumbar mendatangi kamar hotel tersebut dan menggerebeknya,” sebut JPU.

JPU menuturkan, terdakwa AS tahu bahwa hal tersebut dilarang dan terdakwa memanfaatkan kecanggihan teknologi dan memberitahukan bahwa, terdakwa dapat dibooking (dipesan) melakukan aktivitas seks komersil.

Dalam penggerebekan tersebut, Ditreskrim Polda Sumbar tidak sendiri. Polda Sumbar bersama dengan anggota DPD RI, sekaligus ketua DPD Gerindra Sumbar berserta rekan-rekannya.

Akibatnya perbuatan itu, terdakwa terancam pidana dalam Pasal 27 ayat (1) UU No. 11 Tahun 2008 jo Pasal 45 Ayat (1) UU No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Atau kedua perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 4 ayat (2) huruf d jo Pasal 30 UU RI No. 44 Tahun 2008 tentang Pornografi jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Respon NN

Menanggapi hal tersebut, terdakwa NN yang didampingi Penasihat Hukum (PH) Riefia Nadra bersama tim, mengajukan keberatan atas dakwaan JPU (eksepsi). “Kami mohon kepada majelis meminta waktu untuk mengajukan eksepsi majelis,” ucapnya.

Sidang kasus prostitusi online di Padang itu, diketuai oleh Reza Himawan Pratama, yang didampingi Suratni dan Lifiana Tanjung. Kepada terdakwa majelis hakim memberikan waktu hingga 22 Juli mendatang. Usai sidang, terdakwa NN dan AS (berkas terpisah) kembali ke sel tahanan pengadilan yang didampingi kuasa hukumnya.

Jaksa akan Hadirkan Saksi

Di luar persidangan, JPU Kejati Sumbar Dewi Permata Asri mengatakan pihaknya bakal menghadirkan sejumlah saksi ke persidangan. Termasuk Anggota DPR RI Andre Rosiade.

“Ada 10 orang saksi, polisi, pihak hotel, dan Andre Rosiade. Selain itu, terdakwa juga diancam hukuman 6 tahun penjara,” tandasnya. (da.)

  • Bagikan