Harimau Sumatera Menjelajah hingga Terperangkap di Pemukiman Warga

  • Bagikan
Anak Harimau Sumatera yang terperangkap di Korong Surantiah, Nagari Lubukalung, Kecamatan Lubukalung, Kabupaten Padangpariaman, Senin (13/7). (Foto: Datiak.com)

Padangpariaman | Datiak.com – Seekor anak Harimau Sumatera masuk perangkap yang dipasang Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, di Korong Surantih, Nagari Lubukalung, Kecamatan Lubukalung, tadi pagi (13/7).

Sebelumnya, Harimau Sumatera atau panthera tigris sumatrae itu dilaporkan telah menerkam tujuh ekor ternak warga. Dari laporan tersebut, BKSDA Sumbar memasang kamera trap. Dari hasil pantauan kamera, terekam pergerakan satwa langka tersebut. Sehingga, Minggu (12/7), BKSDA Sumbar langsung memasang perangkap.

Upaya BKSDA bersama warga setempat itu berjalan mulus. Kemarin Subuh, warga yang tinggal di sekitar lokasi pemasangan perangkap, mendengar aungan harimau betina itu. Ternyata, binatang liar tersebut sudah terkurung dalam terkurung dalam kerangkeng.

Sekitar pukul 09.00, warga langsung menghubungi BKSDA Sumbar. Menjelang harimau itu dijemput, polisi pun memang police line di sekitar lokasi penangkapan. Tujuannya demi keamanan warga dan menjaga satwa tidak stres.

Adi Ismanto, 39, warga yang ternaknya diduga mati karena dimangsa harimau tersebut menjelaskan, kejadian bermulai pada Sabtu (11/7) sore. Saat itu, ia hendak melepas kambingnya dari kandang. Namun, ia melihat kambingnya sudah mati seperti terkam binatang buas.

Ia langsung mencurigai hal itu dilakukan oleh harimau. Ia pun melaporkan kejadian tersebut kepada Wali Korong Surantiah, Nasril. Sehingga, Nasril langsung menghubungi pihak BKSDA Sumbar.

“Minggu perangkapnya dipasang sama BKSDA. Paginya, saya dengar suara aungan harimau itu. Saya menduga kuat kalau ia (harimau) masuk perangkap,” ungkap Adi.

Namun, ia tidak berani mendekati lokasi perangkap. Sebab, kondisi masih sangat pagi. Sehingga, ia langsung menghubungi wali korong, guna memeriksa lokasi perangkap.

“Pas hari sudah mulai terang, kami bersama pihak Korong, nagari, kepolisian, dan TNI langsung melihat. Ternyata benar, harimau itu sudah masuk perangkap,” jelasnya.

Sedangkan Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni yang datang ke lokasi penangkapan harimau tersebut Senin (13/7) sore, meminta warga agar tetap waspad. Menurutnya, satwa liar sejenis harimau sangat jarang yang berkeliaran sendiri.

“Kalau betinanya tertangkap, bisa saja yang jantannya ada. Begitu sebaliknya. Apalagi kalau yang tertangkap anaknya, induknya pasti ada. Intinya warga harus waspada untuk beberapa hari ke depan,” pinta Ali Mukhni.

Diperkirakan Berusia 2 Tahun

Kepala BKSDA Sumbar Erly Sukrismanto mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan pemeriksaan sementara. Kondisi harimau itu sehat meskipun sempat dibius jelang dievakuasi.

“Kami akan segera memindahkan untuk dilepasliarkan di lokasi aman dan tidak mengganggu masyarakat,” ujar Erly, Senin (13/7).

Katanya, harimau itu diketahui berjenis kelamin betina. Usianya diperkirakan satu hingga dua tahun. “Masih remaja atau bocah. Terlepas dari keluarganya atau memang lagi belajar berburu,” hematnya.

Kendati begitu, ia tidak menutup kemungkinan bahwa harimau itu masuk ke pemukiman, karena makanan di habitatnya mulai berkurang. “Kalau harimau jantan mencari jelajah, kalau betina itu belajar berburu dan juga mencari jodoh,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan