Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan Diisi Ragam Perlombaan

  • Bagikan
Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan
Kepala Desa, Ketua Panitia Hari Jadi ke-41, dan Anggota BPD Matotonan memotong kue sebagai tanda puncak peringatan Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan, Selasa (10/8/2021). (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Hari Ulang Tahun (HUT) atau Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan diperingati oleh Pemerintah Desa Matotonan, Kecamatan Siberut Selatan, Selasa (10/8/2021. Agenda kegiatannya pun dimulai dengan rapat paripurna yang digelar Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Matotonan, beserta Kepala Desa Matotonan dan jajarannya.

Ketua Panitia Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan, Kristinus Basir, menjelaskan bahwa agenda untuk memeriahkan hari jadi desa tersebut sudah digelar sejak sepekan lalu. Yakni berupa perlombaan, seperti lomba mencari udang dengan cara tradisional, pertandingan sepakbola, memanah, serta lomba masak kuliner kas Mentawai.

“Kegiatan Hari Jadi Desa Matotonan yang ke-41 ini dijalankan dengan mematuhi seluruh ketentuan protokol kesehatan, guna mencegah dan menghindari penyebaran Covid-19,” ungkap Kristinus.

Kegiatan ini juga turut di hadari oleh camat seberut selatan dan beberapa stafnya,pj.kepala desa muara siberut dan sekitar beberapa orang tamu dari trisakti jakarta.

Dalam hal ini, Kepala Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Paruk Sanusin, menjelaskan bahwa dalam peringatan HUT Desa matotonan yang ke-41, dilakukan tiap tahun dengan tema mewujudkan Desa Matotonan manjadi desa wisata budaya.

Ia juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar menjaga persatuan dan kesatuan, sehingga terwujud keharmonisan dalam bermasyarakat. Lalu mengwujudkan Desa Matotonan sebagai desa wisata budaya dan ekonomi kreatif, khususnya di wilayah di Hulu Sungai Rereiket.

“Mari kita jaga persatuan dan kesatuan kita, agar desa kita ini manjadi desa wisata budaya dan desa yang aman dan damai,” imbaunya.

Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan Ikuti Prokes

Sedangkan Kepala Desa Matotonan, Ali Umran Sarubei mengatakan, kegiatan peringatan Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan dilakukan secara sederhana, dengan menerapkan protokol kesehatan. Meski di masa pendemi, pelaksanaannya tidak mengurangi rasa semangat, karena acara hari jadi desa itu juga sekaligus  menyambut HUT ke-76 Republik Indonesia.

Ali Umran juga menjelaskan bahwa Desa Matotonan ini sudah di pimpin oleh 15 orang  kepala desa. Terdiri dari 10 kepala desa defenitif, dan 5 orang pejabat sementara (pj). Sebelum diberinama Desa Matotonan, dahulunya kampung tersebut bernama “Rereiket Hulu”.

“Sebelum acara rapat paripurna ini di laksanakan, setiap peserta wajib mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan pemerintah yang berlaku,” ucap Ali Umran.

Sementara itu, Camat Siberut Selatan, Hijhon, mengapresiasi kepada masyarakat agar dapat mengambil sebuah makna dalam peringtan Hari Jadi ke-41 Desa Matotonan. “Kita harus meresapi bagaimana nenek moyang dan orang tua kita dahulu berjuang mempertahankan kampung ini hingga sekarang menjadi menjadi sebuah desa,” pesannya.

Meski desa ini berada paling hulu dan ujung Sungai Rereiket, Hijhon mengajak masyarakat agar terus semangat dalam membangun Desa Matotonan tersebut. Sehingga, ke depan desa itu bisa menjadi desa terkemuka di Kepulauan Mentawai, bahkan kancah nasional. Sebab, Desa Matotonan memiliki wisata budaya potensial. (da.)


Temukan berita Mentawai hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan
Daftar dan masuk untuk mengambil konten!