Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Hari Jadi Kabupaten Agam Disepakati Dimulai Tahun 1665

  • Bagikan
Hari Jadi Kabupaten Agam 2021
Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt. Parpatiah menjelaskan bahwa Hari Jadi Kabupaten Agam disepakati jatuh pada tanggal tanggal 29 Januari 1665. (Foto: Humas Pemkab Agam)

Agam | Datiak.com – Pembentukan peraturan daerah (perda) tentang hari jadi Kabupaten Agam terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Agam bersama DPRD Agam. Pasalnya, regulasi ini dinilai penting sebagai payung hukum penetapan, sekaligus untuk memberikan kepastian hukum dalam peringatan hari jadi Agam ke depannya.

Hal ini diungkapkan Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt. Parpatiah, saat menyampaikan nota penjelasan Bupati Agam mengenai Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kabupaten Agam tentang Hari Jadi Kabupaten Agam. Nota penjelasan itu disampaikan Irwan Fikri dalam sidang paripurna yang digelar DPRD Agam, Senin (9/8/2021).

Di hadapan anggota legislatif, Wabup Agam mengatakan, hari jadi mempunyai makna yang penting bagi daerah. Hari jadi merupakan bahan refleksi perjalanan eksistensi suatu masyarakat dalam dinamika peradaban di suatu wilayah.

“Hari jadi juga dapat dijadikan titik tolak dan momentum evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah. Hari Jadi Kabupaten Agam adalah pengakuan terhadap peristiwa sejarah yang dapat menunjukan keberadaan wilayah Agam beserta masyarakatnya,” ucap Irwan Fikri.

Hari Jadi Kabupaten Agam, lanjut wabup, nantinya akan diperingati setiap tahun sarana dalam rangka menumbuhkembangkan rasa persatuan dan kesatuan serta kebanggaan yang bermuara pada semangat membangun Kabupaten Agam.

“Artinya, hari jadi ini tidak hanya sebatas sarana seremonial, akan tetapi merupakan sumber motivasi untuk menjadikan Kabupaten Agam makin maju pada masa yang akan datang,” imbuhnya.

Untuk menentukan hari jadi kabupaten tersebut, imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Agam bekerja sama dengan Pusat Studi  Humaniora Universitas Andalas. Kajian secara holistik dengan pendekatan penelitian sejarah pun telah dilakukan. Hasilnya memunculkan beberapa peristiwa sejarah yang dapat dijadikan alternatif momentum Hari Jadi Agam.

Selanjutnya, tambah Irwan Fikri, alternatif tersebut didiskusikan dalam Focus Grup Discussion (FGD). Lalu diuji dalam seminar yang telah dilakukan beberapa waktu lalu. FGD itu melibatkan unsur pemerintah daerah, DPRD, akademisi dan tokoh masyarakat.

“Dari beberapa alternatif yang didaparkan Pusat Studi Humaniora Universitas Andalas beserta argumen yang melandasinya, akhirnya kita menyepakati Hari Jadi Kabupaten Agam adalah tanggal 29 Januari 1665 Masehi atau 12 Rajab 1075 Hijriah,” terangnya.

Legalitas Hari Jadi Kabupaten Agam

Irwan Fikri juga menjelaskan, secara detail tahapan penelusuran Hari Jadi Agam beserta argumen yang melandasinya termuat dalam Naskah Akademis Ranperda Hari Jadi Agam. Selanjutnya, untuk memberikan kepastian hukum dalam penetapan dan pelaksanaan peringatan Hari Jadi Agam, maka perlu adanya pengaturan dalam bentuk perda.

Sementara itu, Ketua DPRD Agam, Novi Irwan Nahar saat memimpin rapat menyebutkan, proses penyusanan Ranperda Tentang Hari Jadi Agam telah melalui beberapa tahapan dan mekanisme sesuai ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.

“Selanjutnya, setelah mendengarkan nota penjelasan bupati, maka akan dilanjutkan pada tahapan selanjutnya dan dibahas bersama-sama di DPRD Agam,” ujarnya. (da.)


Temukan berita Agam hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan