Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Hamil Sungsang Bisa Berisiko Fatal Jika Dipijat

  • Bagikan
Ilustrasi posisi janin saat hamil sungsang. (Gambar Datiak.com)

Banyak keyakinan di masyarakat bahwa pijat kehamilan pada perut dapat mengubah posisi janin melintang atau hamil sungsang. Faktanya, pijat sungsang ini malah bisa menimbulkan risiko. Salah satunya menyebabnya plasenta terlepas dari tempat melekatnya di rahim yang disebut solutio plasenta.

Solusio plasenta dapat menyebabkan masalah yang berakibat fatal bagi ibu dan janin (bayi dalam kandungan). Bagi ibu, solusio plasenta dapat menyebabkan komplikasi syok karena kehilangan darah. Sedangkan bagi janin, solusio plasenta bisa menyebabkan masalah seperti gangguan pertumbuhan. Hal itu lantaran janin tidak mendapatkan nutrisi yang cukup, sehingga bisa berisiko kelahiran prematur hingga kematian.

Posisi janin sungsang banyak terjadi ketika usia kandungan di bawah 35 minggu. Posisi ini bisa berubah dengan sendirinya. Namun, setelah usia kehamilan mencapai 35 minggu, janin akan bertambah besar, sehingga sulit baginya untuk berpindah ke posisi normal.

Jika posisi sungsang bertahan hingga minggu ke-37 kehamilan, kemungkinan besar posisi janin akan tetap seperti itu. Apabila kandungan masih berusia 32–36 minggu, ada berbagai metode yang bisa dilakukan untuk mengubah posisi janin sungsang menjadi normal.

Metode yang pertama adalah metode alami. Metode ini terbukti efektif secara ilmiah dapat mengembalikan posisi janin sungsang menjadi normal. Metode alami yang dapat dilakuan adalah mengangkat pinggul dan panggul dalam posisi telentang selama 10–20 menit. Lakukan cara tersebut sebanyak 3 kali dalam sehari.

Metode yang kedua adalah External Cephalic Version (ECV). EVC hanya boleh dijalani ketika posisi janin masih sungsang setelah kehamilan berusia 37 minggu. Teknik ini dilakukan oleh dokter dengan cara menggerakkan kedua tangannya pada perut ibu hamil untuk mengubah posisi janin.

Meski demikian, metode ini tidak selalu efektif. Kalaupun berhasil, kemungkinan posisi janin untuk kembali sungsang masih bisa terjadi. Selain itu, metode ECV juga dapat menimbulkan beberapa risiko. Misalnya ketuban pecah dini, merangsang persalinan, serta perdarahan pada rahim.

Jika posisi janin bisa berubah ke posisi normalnya, maka persalinan normal melalui vagina mungkin dapat dilakukan. Posisi hamil sungsang tertentu juga mungkin masih bisa dilahirkan secara normal. Akan tetapi, sebagian besar janin sungsang akan dilahirkan melalui persalinan caesar. Persalinan caesar dianggap lebih aman daripada persalinan normal, karena memiliki risiko yang lebih kecil untuk menyebabkan komplikasi.

Apabila ibu hamil mengalami kehamilan sungsang, cobalah untuk tidak panik dan tetaplah rutin memeriksakan kandungan ke dokter. Dengan begitu, dokter dapat memantau kondisi janin dan merencanakan metode persalinan yang paling aman bagi ibu dan janin. Semoga bermanfaat. Salam sehat untuk kita semua. (da.)

  • Bagikan