Haji Tambi, Bertahan 3 Bulan di Padangpariaman Demi Surau

  • Bagikan
Haji Tambi menjelaskan alasan dirinya dan perantau Padangpariaman di berbagai daerah di Indoensia memutuskan mendukung Suhatri Bur-Rahmang di Pilkada Padangpariaman. (Foto: Datiak.com)

Wakil Ketua Persatuan Keluarga Daerah Piaman (PKDP) Provinsi Riau, Amran Tambi, hampir sebulan berada di Kabupaten Padangpariaman. Ternyata, putra Padang Sago yang akrab disapa Haji Tambi itu mengungkapkan, dirinya memang sudah berniat bertahan di Ranah Saiyo Sakato hingga tiga bulan ke depan.

Keputusan Haji Tambi tersebut bukan tanpa alasan. Tujuannya untuk menyampaikan amanah dari rekan, kerabat, ajo/uniang, ninik mamak, serta sejumlah tokoh Padangpariaman yang kini di perantauan, agar dirinya menyukseskan Pemilihan Bupati (Pilbup) di Padangpariaman. Kenapa begitu? Berikut wawancara Datiak.com dengan Haji Tambil yang dikenal sebagai Ketua Badan Pertimbangan Organisasi (BPO) Realestat Indonesia (REI) Provinsi Riau tersebut.

Sore Pak Haji Tambi. Di tengah kesibukan, Pak Haji memutuskan bertahan tiga bulan di kampung halaman. Begitu semangatnya menyambut Pilbup ya Pak?

Untuk kemajuan kampung tercinta, kami selalu semangat. Apalagi dalam menyukseskan Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah) ini. Sebab, kita akan menentukan sosok yang akan bertanggung jawab untuk tanah kelahiran kita.

Bagaimana cara perantau menyukseskan Pilkada Padangpariaman ini?

Sebenarnya begini, dunsanak di rantau tentunya juga memiliki aspirasi, harapan dan pilihan di Pilbup ini. Bagi yang masih memiliki hak pilih, mereka insya Allah pulang untuk berpartisipasi. Sedangkan yang tidak, tentunya hanya bisa menyampaikan harapan atau aspirasi kepada dunsanak di kampung halaman, siapa yang dinilai sangat layak melanjutkan roda pemerintahan di Padangpariaman.

Artinya, amanah yang Pak Haji Tambi bawa sekarang, untuk mendukung salah satu pasangan calon?

Pada dasarnya, setiap pasangan calon yang ikut kontestasi Pilkada tahun ini, adalah putra terbaik Padangpariaman. Namun, amanah yang akan saya sampai selama tiga bulan ke depan di kampung halaman ini, memang untuk menyakinkan dunsakan bahwa banyak sanak di rantau mengharapkan Suhatri Bur-Rahmang, melanjutkan estafet Pemkab Padangpariaman lima tahun ke depan.

Apa yang melandasi keputusan dari rantau untuk mendukung?

Penilaian pertama tentunya melihat dari figur pasangan Surau –singkatan Suhatri Bur-Rahmang Unggul. Aciak (sapaan Suhatri Bur, Red) orangnya sederhana dan memiliki kepedulian tinggi. Ia selalu menjaga silaturahmi. Baik dengan dunsakan di kampung ataupun di perantauan. Begitupun pak Rahmang yang matang di birokrasi. Jika selama ini Aciak selalu hadir dengan kita, makanya saat ini kita hadir untuk Aciak.

BACA JUGA:  Diduga Gegara Tik Tok, Istri Disiram Air Keras oleh Suaminya

Dari mana Anda mengetahui itu?

Sebelum mengambil sikap mendukung kami tentu menelusuri. Kalau di rantau, kami merasakannya langsung. Aciak selalu hadir dalam setiap undangan para perantau rantau. Baik itu acaranya skala provinsi, kabupaten/kota ataupun kecamatan. Bahkan, dalam sehari Aciak bersedia menghadiri hingga tiga undang dari rantau. Makanya, saya sebut Aciak itu “robot”. Beliau tidak kenal lelah.

Lebih mengejutkan lagi di kampung halaman ini, informasi yang kami kumpulkan dari para dunsakan di sini, Aciak bisa berkunjung lebih sepuluh tempat dalam sehari. Baik itu untuk menghadiri acara, kegiatan, pesta, musyawarah nagari, melihat kondisi warga kurang mampu, melihat warga yang sakit dan meninggal, dan banyak lagi cerita yang kami dengar di masyarakat.

Apa hal seperti itu dinilai sudah cukup?

Sepengetahuan saya, silaturahmi itu salah satu kewajiban manusia. Orang yang rajin bersilaturahmi, insya Allah terus berkembang wawasannya. Sebab ia banyak berdiskusi dan menampung aspirasi. Dan orang yang menjaga silaturahmi pasti bagus sikap kepribadian dan sosialnya. Hal itu terbukti ada pada Aciak, karena bapak Suhatri Bur mampu menjadi jembatan hati masyarakat ranah dan rantau. Makanya, ajakan beliau berpartisipasi untuk kemajuan Padangpariaman, selalu ditanggapi para perantau.

Yang paling membuat kami bangga dengan Aciak, karena beliau mampu mempererat hubungan perantau dengan pemerintah daerah tempat perantau mencari nafkah. Hal itu ia lakukan dengan komunikasi intens dalam setiap kunjungannya ke luar daerah.

Tapi itu saja kan belum tentu cukup untuk meyakinkan masyarakat?

Betul sekali. Namun kita kan belum bahas soal kerangka berpikir Suhatri Bur-Rahmang untuk Padangpariaman ke depan? Makanya, kami juga ikut membedah visi-misi Suhatri Bur-Rahmang, untuk mengetahui apa yang akan ia lakukan ketika memimpin Padangpariaman lima tahun ke depan?

Bagaimana hasil bedah visi-misi yang Anda lakukan bersama para perantau lainnya yang mendukung Surau?

Suhatri Bur-Rahmang mengakar memahami persoalan hingga solusi untuk memajukan Padangpariaman. Yang membuat kami sangat kagum, pasangan Surau ini tidak muluk-muluk, berbelit, terlebih banyak janji dalam membangun Ranah Saiyo Sakato ke depan. Hanya dengan visi “Religius, Unggul Berkelanjutan dan Sejahtera”, terangkum semua kebutuhan dan kearifan lokal dalam memajukan Padangpariaman.

BACA JUGA:  Nomor Urut Pasangan Cabup dan Cawabup Ditetapkan

Apa bisa lebih diperjelas lagi hasil?

Kalau saya paparkan semua tentang visi-misi Suhatri Bur-Rahmang, rasanya akan sangat panjang.

Kalau begitu, apa Anda bisa sampaikan poin intinya, mungkin bisa dimulai dari hasil bedah tentang religius?

Oke. Seperti kita ketahui, Padangpariaman ini adalah daerah yang kental dengan sejarah peradaban Islam Minangkabau. Salah satu bukti nyatanya terdapat di kawasan Syekh Burhanuddin di Ulakan Tapakih. Namun, lebih penting lagi dari visi religius ini, karena menjadi kebutuhan pokok batin atau rohani manusia beragama.

Makanya, kita yakin bahwa Suhatri Bur yang lahir dan di besarkan di nagari yang dikenal sebagai nagari para santri, sudah khatam dalam konsep mewujudkan Padangpariaman religius. Hal itu ia buktikan dari visi misinya yang merangkum kemakmuran surau, musala hingga masjid. Lalu memajukan pendidikan keagamaan formal ataupun non formal seperti tahfiz.

Intinya, yang kita pahami bahwa Pemkab Padangpariaman ke depan memiliki pendidikan formal ataupun non formal yang mampu melindungi generasi mudanya.

Lalu bagaimana pemahaman Anda dan perantau lainnya terkait visi unggul berkelanjutan?

Dua kata ini yang membuat kita terkesima. Meskipun terdengar sederhana, kandungannya sangat komplet. Sebab penerapannya bisa membuat Padangpariaman sejajar dengan kota terkemuka di Indonesia. Contohnya Kota Bandung. Keunggulannya, konsep Suhatri Bur-Rahmang mampu menjaga bahkan mengembalikan kearifan budaya lokal Padangpariaman.

Konsep menyepadankan Padangpariaman dengan kota seberkembang Bandung, berani dikemukakan Suhatri Bur karena ia sudah mempelajarinya langsung dari Ridwan Kamil semasa menjabat Wali Kota Bandung. Sederhananya, dari diskusi langsung kami dengan Aciak, visi “Unggul Berkelanjutan” ini mampu membentuk Padangpariaman dengan sistem setara Kota Bandung, sehingga kebiasaan Aciak ataupun pak Rahmang bersilaturahmi atau mengunjungi masyarakat tetap berjalan normal ke depannya.

BACA JUGA:  Standar Pelayanan Disdukcapil Padangpariaman Dievaluasi

Kenapa begitu? Karena semua pelaksanaan pemerintahan dan pembangunan terawasi dan terekam 1×24 jam oleh sistem. Semua itu sebenarnya sudah tertuang dalam dokumen Smart City Padangpariaman yang kini masuk percontohan nasional. Jadi, sebenarnya sudah ada beberapan yang diimplementasikanya selama hampir lima tahun mendampingi Bupati Padangpariaman, Ali Mukhni.

Kalau visi sejahtera bagaimana?

Nah, soal visi ini, Aciak memang membuktikan kualitasnya sebagai Sarjana Ekonomi Universitas Andalas (Unand). Sebab, ia mampu menghadirkan konsep manajemen seluruh bidang usaha untuk menggeliatkan perekonomian masyarakat Padangpariaman. Di antaranya pertanian, perikanan, perdagangan, kelautan, pendidikan formal dan non formal, transportasi, kesenian, pariwisata, kesehatan, properti, UMKM, industri kreatif, usaha perorangan, dan banyak lagi. Visi ini juga sinkron dengan maksud Unggul Berkelanjutan tersebut.

Kami menjadi yakin ia bisa mengimplementasikan manajemen tersebut, karena Aciak memiliki hubungan baik dengan perantau hingga pemerintah pusat. Jadi, Padangpariaman ke depan tidak hanya bergerak lewat APBD, tetapi didukung dengan kucuran dana pusat dan investasi. Belum lagi, Aciak begitu piawai merumuskan soal peningkatan Pendapatan Asli Daeah (PAD) Padangpariaman ke depannya.

Jadi, menurutnya rumusan Aciak soal visi kesejateraan Padangpariaman, sangat menjawab keresahan masyarakat yang kini terdampak pandemi Covid-19. Artinya, saat keberimbangan seluruh sektor tersebut terpenuhi, pertumbuhan ekonomi Padangpariaman akan melonjak ke depannya.

Apa itu tidak dimiliki pasangan calon lain?

Aduh, ini yang paling berat menjawabnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, semua pasangan yang maju adalah putra terbaik Padangpariaman. Namun, kami membulatkan tekad mendukung Suhatri Bur-Rahmang, lantaran kami merasa beliau yang paling baik. Mulai dari sisi sosial hingga intelektualitasnya.

Terima kasih atas waktunya Pak Haji Tambi. Semoga sukses selalu.

Ya, sama-sama. Semoga Padangpariaman yang kita cintai ini semakin dikenal sebagai daerah yang religius, unggul dan sejahtera ke depannya. Semoga Allah SWT meridhoi niat kami bersama dunsanak di kampung halaman ini mengantarkan Suhatri Bur-Rahmang menjadi Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman. Amin. (da.)

  • Bagikan