Kamis, 22 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Hadapi Dampak Kemarau di Jakarta, Kemenperin Dorong Pelaporan Emisi Gas Buang

Proses pengecekan emisi gas buangan. (Foto: Kemenperin)
71 pembaca

Jakarta | Datiak.com – Dampak kemarau di Jakarta dan sekitarnya pada kuartal ketiga tahun 2023 telah menyebabkan penurunan kualitas udara. Sehingga, memberikan gangguan signifikan bagi kesehatan masyarakat.

Sebagai respons atas kondisi tersebut, Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengambil langkah proaktif dengan menerbitkan Surat Edaran Menteri Perindustrian Nomor 2 Tahun 2023 tentang Pelaporan Pengendalian Emisi Gas Buang Sektor Industri di Wilayah Jakarta, Jawa Barat, dan Banten.

Surat Edaran ini, yang berlaku mulai 25 Agustus hingga 31 Desember 2023, bertujuan sebagai landasan dan acuan bagi Perusahaan Industri serta Perusahaan Kawasan Industri di wilayah tersebut dalam melaporkan pengendalian emisi gas buang mereka.

Dalam upaya mengumpulkan data untuk menganalisis dan mengidentifikasi perusahaan-perusahaan yang memiliki dampak signifikan pada emisi gas buang, Kemenperin mendorong pelaporan melalui Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas).

“Perusahaan yang tidak mematuhi kewajiban pelaporan akan dikenai sanksi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” ujar Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kemenperin, Eko S. A. Cahyanto di Jakarta (29/12/2023).

Pada pagelaran “Apresiasi Resilience and Sustainable Industry 2023,” Kemenperin menambahkan kategori penghargaan untuk pelaporan emisi sebagai bentuk pengakuan terhadap perusahaan yang telah mematuhi pengendalian emisi gas buang. Penilaian dilakukan terhadap 1.832 perusahaan industri dan kawasan industri di wilayah Banten, Jakarta, dan Jawa Barat.

Kawasan Industri Jababeka (PT Jababeka Infrastruktur), East Jakarta Industrial Park (PT East Jakarta Industrial Park), dan Kawasan Industri Suryacipta (PT Suryacipta Swadaya) meraih penghargaan dalam kategori pelaporan emisi karbon untuk kawasan industri.

Sementara itu, dalam kategori pelaporan emisi karbon untuk perusahaan industri, penghargaan diberikan kepada PT Chandra Asri Petrochemical Tbk, PT Yuasa Battery Indonesia, dan PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk – Unit Refinery Marunda.

Penilaian dilakukan berdasarkan kriteria pelaporan emisi, kevalidan data, industri padat energi, kebijakan energi terbarukan, pengelolaan lingkungan, serta pemenuhan standar industri hijau.

Dalam upayanya mendukung sektor industri, Kemenperin terus memberikan pendampingan kepada perusahaan dan kawasan industri untuk memastikan pemenuhan ketentuan dalam menjaga aktivitas industri. Langkah ini sejalan dengan tujuan Kemenperin untuk terus mendukung industri sebagai pilar utama dalam memacu roda perekonomian nasional.

“Kemenperin tetap mendorong seluruh perusahaan untuk menerapkan praktik industri hijau dan mematuhi standar-standar ramah lingkungan dan berkelanjutan dalam aktivitas mereka,” tutup Eko. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan bahwa industri di wilayah tersebut dapat tetap berkontribusi positif pada keberlanjutan dan kesejahteraan masyarakat. (*)