Gubernur Sumbar Minta Ibu Hamil Dites Swab

  • Bagikan
Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor 360/224/Covid-19-SBR/X-2020 yang memuat anjuran kepada ibu hamil dites swab H-14 sebelum melahirkan, guna memastikan si ibu dan anak tidak terpapar Covid-19. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Pemprov Sumbar mengimbau pemerintah kabupaten/kota agar melakukan skrinning terhadap ibu hamil. Imbauan itu diperkuat dengan Surat Edaran Gubernur Sumbar Nomor 360/224/Covid-19-SBR/X-2020 (lihat surat di akhir berita). Dalam edaran tersebut, diinstruksikan ibu hamil dites swab H-14 sebelum melahirkan, guna memastikan si ibu dan anak tidak terpapar Covid-19.

“Sesuai pedoman pelayanan persalinan, ibu hamil dianjurkan melakukan skrinning pada H-14 sebelum taksiran persalinan. Salah satunya dengan tes swab/pemeriksaan tes PCR untuk menentukan status Covid-19,” isi surat Gubernur Irwan Prayitno tersebut.

Selain tes swab, ibu hamil juga diminta untuk isolasi mandiri minimal 14 hari jelang persalinan atau sebelum tanda persalinan. Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko ibu hamil terpapar Covid-19. “Jika isolasi mandiri di rumah tidak bisa dilakukan, manfaatkan tempat karantina yang telah disediakan nagari, desa, atau kelurahan dan RT/RW,” imbaunya.

BACA JUGA:  Pemerkosa Pelajar SMA di Dharmasraya Tertangkap

Kepala Dinas Kesehatan Sumbar Arry Yuswandi memastikan bahwa edaran tersebut bakal ditindaklanjuti pihaknya serta pihak-pihak di tingkat kabupaten/kota di Sumbar. Ibu hamil dites swab sebelum melahirkan, menurutnya perlu dilakukan. Tujuannya untuk mencegah sebaran Covid-19, terutama pada anak yang baru dilahirkan.

Terlebih lagi, lanjutnya, sekarang terkonfirmasi positif Covid-19 terus meningkat di Sumbar. Lonjakan kasus terjadi di setiap daerah, terutama di daerah zona merah. “Untuk tes swab bagi ibu hamil itu digratiskan atau tidak dipungut biaya. Fasilitas nantinya akan disediakan dinas dan di puskesmas yang ada,” tuturnya.

Ia berharap, langkah tersebut dapat menghilangkan kecemasan ibu hamil sebelum datangnya waktu persalinan. “Kami mengimbau agar Dinkes di daerah bisa menindaklanjuti edaran tersebut. Dengan begitu sebaran Covid-19 bisa ditekan,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Ibu dan Anak Tersangkut Kabel Listrik di Tiku
Respon POGI Sumbar

Ketua Perkumpulan Obsetetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) Sumbar, Dovy Djanas menyambut baik surat edaran Gubernur Sumbar soal skrinning ibu hamil atau tes swab H-14 sebelum melahirkan, untuk menentukan status Covid-19. Menurutnya, surat edaran itu mesti ditindaklanjuti Kadinkes, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dan Kepala Puskesmas.

Skrinning sebelum bersalin, bertujuan untuk mengetahui keadaan ibu hamil yang akan bersalin, melindungi pasien lain yang sedang dirawat, serta melindungi tim di rumah sakit. Sehingga, mencegah rumah sakit yang bersangkutan menjadi episentrum Covid-19 yang baru,” ujarnya.

Tidak hanya itu, hal terpenting lainnya yang harus diperhatikan dalam mempersiapkan persalinan. “Yakni memastikan rumah sakit yang dituju telah menerapkan pemisahan alur pasien infeksius dan non-infeksius,” ungkap Direktur Umum, SDM dan Pendidikan RSUP M Djamil Padang ini.

BACA JUGA:  Pelanggar PSBB Disuruh Olahraga dan Baca Hafalan Al Quran

Bila terdapat ibu hamil yang dinyatakan positif berdasar hasil test swab, menurutnya persalinan bayi dalam kandungan pun dapat disiapkan secara khusus. Demikian juga dengan ibu hamil yang hasil test swab-nya negatif, penanganannya juga dilakukan secara khusus.

“Setelah hasil test swab keluar, tentukan rujukan kepada ibu hamil. Apakah akan ditempatkan di rumah sakit atau di pusat karantina yang telah disediakan,” pintanya. (da.)

Gubernur Sumbar Minta Ibu Hamil Dites Swab 1

  • Bagikan