Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Graduasi KPM Kota Solok Lebihi Target Nasional

  • Bagikan
Graduasi KPM Kota Solok lebihi target nasional. (Logo PKH)

Kota Solok | Datiak.com – Sepanjang tahun 2020, Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM-PKH) Kota Solok yang telah graduasi (keluar dari kepesertaan) mencapai 164 KPM. Angka graduasi KPM Kota Solok itu ternyata telah melebihi target nasional.

”Alhamdulillah KPM yang graduasi di Kota Solok bisa mencapai 10,3 persen atau melebihi target nasional yakni 10 persen,” ujar Kordinator PKH Kota Solok, Harlina Oktia, Senin (28/12).

Ia mejelaskan, KPM yang graduasi tersebut meningkat dari tahun 2019 yang hanya sebanyak 72 KPM, peningkatan tersebut terjadi karena sepanjang 2020 karena KPM sudah mulai paham dengan program PKH tersebut. Hingga Desember 2020, total penerima di Kota Solok sebanyak 1.626 KPM.

Kemudian, rata-rata KPM yang sudah graduasi tersebut telah menjadi peserta PKH selama kurang lebih 5 tahun, dengan menjalani program untuk meningkatkan taraf hidup. Selama itu, pihak tim PKH terus memberikan pelatihan kepada KPM untuk memanajemen bantuan agar manfaatnya terasa.

BACA JUGA:  Desak Gubernur Sumbar Usut Tuntas Dugaan Korupsi Dana Covid-19

”Rata-rata yang graduasi tahun ini telah menjadi anggota selama 5 tahun, tapi ada juga yang hanya 2 tahun, bahkan ada yang sudah graduasi setelah hanya beberapa bulan saja menjadi peserta,” ungkapnya.

Dijelaskannya, dari 164 KPM graduasi tersebut, menjalani 2 jenis graduasi yakni graduasi mandiri dan graduasi alamiah. Graduasi mandiri merupakan KPM yang mengundurkan diri secara sukarela dari penerima bantuan PKH, khusus di Kota Solok biasanya KPM telah memiliki usaha berkelanjutan.

Kemudian, untuk graduasi alamiah yakni KPM yang sudah tidak mempunyai lagi unsur penerima, seperti yang biasanya menerima karena ada anaknya yang sekolah, dan anak-anaknya sudah selesai sekolah, maka ia tidak masuk lagi dalam daftar KPM.

”Khusus di Kota Solok rata-rata graduasi mandiri, karena kami juga memprioritaskan KPM yang sudah memiliki usaha untuk memperkuat usahanya dan berkelanjutan. Sehingga taraf hidup meningkat dan secara mandiri mengundurkan diri sebagai penerima,” tambahnya.

BACA JUGA:  PKC PMII Sumbar: Bank Harus Jalankan Instruksi Presiden

Soal penambahan jumlah penerima, tahun 2020 ini hanya ada 11 penambahan. Menurutnya kurangnya jumlah penambahan KPM, merupakan kuota dari Kementerian Sosial, pihaknya hanya berwenang dalam mengklarifikasi dan data, dan kemudian kuota ditentukan kementerian.

Lebih lanjut, ia menyebut nanti pihaknya menaikkan target graduasi yakni sebanyak 30 persen, sesuai target nasional. Menurutnya, tahun depan harus ada minimal 460 KPM yang di-graduasi agar bisa mencapai target tersebut.

”Yang jelas dalam mencapai target tersebut kami akan memastikan, penyaluran bantuan KPM agar memenuhi 5T, yakni tepat sasaran, waktu, jumlah, manfaat dan administrasi,” katanya.

Diakui Harlina, target tersebut memang berat, ia berharap ada program serupa atau program dukungan lain dari Pemko Solok, agar lebih mempercepat proses pengentasan kemiskinan di Kota Solok. Sebab, persoalan kemiskinan juga menjadi salah satu target pembangunan Kota Solok, maka itu semua pihak diharapkan saling bersinergi.

BACA JUGA:  Sumbar Delapan Kali Berturut Raih WTP

Meskipun demikian, ada 300 KPM lebih yang sudah menjadi peserta selama 5 tahun lebih, dan 300 KPM lebih tersebut nantinya akan menjadi prioritas tim PKH kota Solok untuk di graduasi.

Dalam rangka mempercepat graduasi PKH, selain memastikan bantuan sesuai 5T, pihaknya bersama pendamping PKH kecamatan, akan memperbanyak jadwal pertemuan face to face untuk lebih memberikan pemahaman KPM terhadap manajemen bantuan dan pengelolaan usaha agar berkelanjutan.

”Kami juga akan tetap memberikan perhatian pada KPM yang sudah graduasi agar tidak turun kelas lagi, dan mengusahakan graduasi tahun 2021 bisa melebihi target,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan