Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Golkar Padangpariaman Bergejolak Usai Musda

  • Bagikan
DPD Golkar Padangpariaman bergejolak usai musda, karena kubu Syahrul Dt Lung tidak terima dengan hasil musda yang dinilai dilaksanakan mendadak. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – DPD Golkar Padangpariaman bergejolak. Pasalnya, kubu Syahrul Dt Lung kini mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar di Jakarta. Hal itu lantaran Musyawarah Daerah (Musda) X DPD Partai Golkar Padangpariaman yang digelar di Kantor DPD Partai Golkar Sumbar, Jumat (22/1), dinilai sudah sangat melanggar ketentuan AD/ART Partai Golkar.

Syahrul menuju DPP Golkar di Jakarta didampingi Ketua PK Golkar Lubuk Alung, Mailon Maneza. Sebab, Mailon juga merasa ditipu dengan diadakannya musda secara mendadak di DPD Golkar Sumbar.

“Iya benar. Kami sekarang sudah di Jakarta untuk mengajukan gugatan ke Mahkamah Partai Golkar. Kami ingin keadilan, kenapa pemilihan tidak dilaksanakan secara aklamasi,” ujar Mailon, kemarin sore (25/1).

Selain mem-Plt jabatan Dt Lung, upaya penyingkiran Dt Lung menurutnya juga dilakukan dengan menggelar digelarnya musda di Kantor DPD Golkar Sumbar. Sebab, apabila musda dilaksanakan di Padangpariaman, Dt Lung sudah pasti kembali terpilih.

BACA JUGA:  Sukseskan TMMD, Bupati dan Ketua DPRD Mentawai Ikut Rakor TMMD

“Sebanyak 9 Ketua PK Golkar di Padangpariaman sudah pasti mendukung Syahrul Dt Lung kembali memimpin DPD Golkar Padangpariaman. Tiba-tiba, mayoritas pendukung beliau di-Plt dari posisi Ketua PK Golkar dan musda digelar di provinsi,” ungkap pria yang akrab disapa Adek tersebut.

Setahunya, musda dialihkan ke DPD Golkar Sumbar karena adanya permasalahan di DPD kabupaten/kota. “Parahnya lagi, banyak ketua PK yang juga di-Plt dari posisinya. Jadi nampak betul upaya diskriminasi untuk menyingkirkan,” hematnya.

Bahkan, imbuhnya, terdapat dua Ketua PK Golkar yang merasa dijebak. Mereka diundang ke DPD Sumbar dengan agenda lain. “Jadi ada dua Ketua PK yang mengaku kalau agenda Jumat (22/1) itu bukan Musda Musda X DPD Partai Golkar Padangpariaman,” katanya.

“Namun karena mereka (ketua PK yang mengaku terjebak, Red) sudah terlanjut hadir dan mengikuti kegiatan, mereka terpaksa menjalani musda dadakan itu sampai selesai,” imbuh Adek.

BACA JUGA:  Laporan Harta Kekayaan Cabup Tanahdatar dan Wakilnya

Untuk itu, imbuh Adek, sekarang pihaknya sekarang meminta keadilan lewat Mahkamah Partai Golkar. Sehingga, kader-kader potensial yang mendukung Dt Lung tidak bergejolak nantinya. “Kualitas Dt Lung selama sudah terbukti selama mengikuti Pemilu di Padangpariaman. Loyalitasnya Dt Lung juga tidak diragukan lagi untuk membesarkan Golkar Padangpariaman,” pungkas Adek.

Dinilai karena Sakit Hati

Sedangkan Syahrul Dt Lung yang dihubungi ke nomor pribadinya, juga mengaku tidak terima hasil musda yang menurutnya digelar dadakan. “Ini menurut saya sudah pelanggaran AD/ART partai,” ungkap Ketua DPD Golkar Padangpariaman periode 2015-2020 tersebut.

Selain itu, ia menilai faktor yang membuatnya sengajar “dilemparkan” dari partai, karena sakit hati sejumlah pihak. Salah satunya soal penetapan pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Padangpariaman pada Pilkada 2020. “Orang-orang yang mendiskriminasi saya ini, inginnya kan tidak Tri Suryadi-Taslim yang diusung oleh Partai Golkar,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Operasi Ketupat Singgalang 2021 di Mentawai Edukasi Prokes

“Padahal, saya sedikitpun tidak ada terlibat mengurus apalagi mengusulkan pasangan calon kepala daerah yang akan berkompetisi di Pilbup Padangpariaman,” imbuh pria yang akrab disapa Dt Lung tersebut.

Dt Lung mengatakan bahwa dirinya memilih ke Mahkamah Partai Golkar, karena tidak ingin kader Golkar Padangpariaman bergejolak. Selain itu, ia juga tidak ingin citra Golkar Padangpariaman, umumnya Sumbar dirusak oleh oknum-oknum pengurus yang hanya memikirkan kepentingan pribadi.

“Kader kita di kecamatan (Ketua PK, Red) diisi kalangan milenial yang sangat potensial untuk menang di Pileg 2024 mendatang,” ungkap Dt Lung yang kini menjabat Ketua Bapemperda di DPRD Padangpariaman tersebut. (da.)

  • Bagikan