Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Giliran Persatuan Mahasiswa Solok Suarakan Penolakan UU Ciptaker

  • Bagikan
Persatuan Mahasiswa Solok yang mendatangi DPRD Kota Solok untuk menyampaikan penolakan terhadap UU Ciptaker. (Foto: Istimewa)

Kota Solok | Datiak.com – Penolakan terhadap UU Cipta Kerja (Ciptaker) terus disuarakan mahasiswa di Solok. Sebelumnya, Aliansi Mahasiswa Solok menyampaikan aspirasinya ke DPRD Kabupaten Solok, Rabu (14/10). Jumat (16/10), giliran Persatuan Mahasiswa Solok mendatangi DPRD Kota Solok, untuk menyampaikan aspirasi serupa.

Sesampainya di depan depan Gedung DPRD Kota Solok, ratusan aktivis mahasiswa tersebut berorasi terkait penolakannya terhadap UU Ciptaker. Kedatangan Persatuan Mahasiswa Solok itupun disambut oleh oleh delapan orang anggota DPRD Kota Solok.

“Jumlah mahasiswa ratusan, ruang rapat DPRD punya daya tampung terbatas. Jadi, lebih baik kita diskusi di sini (di halaman kantor DPRD, Red). Tapi, kalau mau masuk, terpaksa harus perwakilan saja,” ujar Pimpinan Sementara DPRD Kota Solok, Bayu Kharisma.

BACA JUGA:  Suhatri Bur Minta Dukungan Pengembangan Pariwisata Padangpariaman

Mendengar penjelasan Bayu, mahasiswa tersebut sepakat untuk berdiskusi di halaman Gedung DPRD Kota Solok. Sehingga, Bayu memulai menyampaikan tanggapannya terkait aksi yang dilakukan Persatuan Mahasiswa Solok tersebut.

“Sebagai DPRD tingkat dua, kami tidak punya kewenangan untuk merubah apapun kebijakan pemerintah pusat. Tapi, kami hanya bisa menyampaikan apa yang menjadi aspirasi masyarakat, hususnya saat ini aspirasi mahasiswa Solok tentang penolakan UU Ciptaker,” ujarnya.

Sedangkan salah seorang Anggota DPRD Kota Solok, Rusdi Saleh, mengatakan bahwa DPRD Kota Solok siap menjadi jembatan Persatuan Mahasiswa Solok dengan pemerintah pusat, dalam hal menyampaikan aspirasi yang diusungnya.

Rusdi juga menjelaskan, DPRD Kota Solok sebelumnya juga sudah berdiskusi dengan Aliansi Mahasiswa Solok. Secara prinsip, DPRD Kota Solok akan menyampaikan aspirasi mahasiswa menolak UU Cipta Kerja tersebut. “Hari ini (kemarin, Red) kami akan bersikap sama, tetap sesuai prinsip akan menyampaikan aspirasi mahasiswa ke pemerintah pusat,” katanya.

BACA JUGA:  Transparan, Tercepat Laporkan Kekayaan

Aksi pun diakhiri dengan penandatangan surat pernyataan penolakan oleh delapan anggota DPRD Kota Solok, yang disaksikan ratusan mahasiswa yang hadir di sana. Setelah itu, mereka langsung mengirim dokumen penolakan tersebut via POS, dengan dikawal beberapa orang perwakilan mahasiswa.

Orator Aksi

Salah seorang orator Persatuan Mahasiswa Solok, Candra Irawan, mengatakan bahwa aksi itu bentuk kekecewaan terhadap pemerintah. Makanya, kini banyak mahasiswa mendatangi DPRD kabupaten/kota dan provinsi, untuk mendesak mendukung penyampaian aspirasi penolakan UU Ciptaker ke pemerintah pusat.

Keingainan mencabut kembali UU Ciptaker yang sudah disahkan itu, lantaran mereka menilai dapat menyulitkan masyarakat. Khususnya kalangan buruh dan petani. Sebab, mereka melihat banyak hak-haknya mereka dikebiri dalam UU yang tertuang di Omnibus Law itu. (da.)

  • Bagikan