Gempa di Pasaman Barat Berkekuatan 6,2 SR, Berdampak Luas

  • Bagikan
Gempa di Pasaman Barat berkekuatan 6,2 SR
Rumah warga di Pasaman Barat yang runtuh total karena dampak gempa berkekuatan 6,2 SR Jumat pagi (25/2). (Foto: Ist)

Pasaman | Datiak.com – Gempa di Pasaman Barat terasa sangat kuat, Jumat pagi (25/2). Tidak saja daerah terdekat, yaitu Kabupaten Pasaman, beberapa daerah lain di Sumatera Barat juga merasakan kedahsyatan gempa tersebut. Kerusakan bahkan turut terjadi di Kabupaten Pasaman.

Data Badan Meteorologi Klimatoalogi dan Geofisika (BMKG), gempa di Pasaman Barat itu berpusat di kedalaman 10 kilometer Timur Laut Pasaman Barat. Tercatat dua kali gempa kuat, awalnya 5,2 SR disusul yang lebih dahsyat 6,2 SR, serta beberapa kali gempa kecil susulan.

BMKG merilis, gempa tersebut terjadi di 0,14 Lintang Utara dan 99,99 Bujur Timur. Pusatnya terjadi di 18 kilometer Timur Laut Pasaman Barat dengan kedalaman 10 kilometer. Atau terpusat disekitar kawasan Gunung Talamau, Talu dan tidak berpotensi tsunami.

Dampak gempa di Pasaman Barat telah meluluhlantakan sejumlah bangunan rumah dan perkantoran. Bahkan, pasien RSUD Lubuksikaping langsung dievakuasi, para PNS yang tengah bekerja dan anak sekolah yang tengah belajar, sontak berhamburan keluar.

“Benar, telah terjadi dua kali gempa di Pasaman yang terasa sangat kuat. Untuk sementara para pegawai diinstruksikan bekerja di luar kantor, dan para pelajar diminta pulang ke rumah masing-masing,” ujar Bupati Pasaman, Benny Utama.

Dari informasi dan foto-foto yang beredar di WA grup warga Pasaman, terlihat dampak gempa di Pasaman yang cukup parah. Terutama di wilayah Kecamatan Tigo Nagari dan Lubuksikaping, serta beberapa wilayah di sekitarnya.

Kejadian langka pun terjadi di daerah Tigo Nagari pasca gempa. Aliran Sungai Batang Timah yang senantiasa besar, bermuara di pantai Barat Pulau Sumatera, tiba-tiba airnya mengering, bak ditelan bumi. Warga Nagari Malampah atau yang bermukim Di sepanjang Batang Timah, saat ini dikhabarkan mengungsi dari wilayah itu.

“Kita masih pantau perkembangan di lapangan. Beberapa tim sudah turun melakukan pengecekan dan penanganan darurat sementara. Para camat serta wali nagari diminta aktif memberikan laporan atas kondisi dan perkembangan yang terjadi di wilayah kerjanya masing- masing,” kata bupati Benny.

Laporan dari sejumlah daerah, gempa di Pasaman Barat tersebut turut goncangan cukup kuat terasa hingga ke Payakumbuh, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Padangpariaman dan Pariaman, hingga Kota Padang. Termasuk juga kawasan lainnya di Sumatera Barat.

Informasi diperoleh dari Pasaman Barat, dampak gempa tak kalah hebat di Bumi Sawit itu. Tidak hanya rumah-rumah warga, sejumlah fasilitas umum dan perkantoran berantakan dan rubuh ‘dihoyak gampo’.

Sebelumnya, pada subuh hari, gempa bumi juga mengguncang Kabupaten Dharmasraya. Gempa yang diketahui memiliki magnitudo 3,1 tersebut termasuk kecil sehingga hampir tak dirasakan masyarakat di kabupaten paling timur di Sumbar tersebut.

Koordinator Data dan Informasi BMKG Stasiun Padang Panjang, Hamdy Arifin menjelaskan, gempa di Dharmasraya itu dengan kedalaman 60 hingga 300 kilometer masuk ke dalam kategori zona subduksi. (da.)


Baca berita Pasaman Barat hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan