Ganti Rugi Lahan Tol, Suhatri Bur: Jangan Biarkan Tanah Nenek Moyang Habis

  • Bagikan
ganti rugi lahan
Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur, secara simbolis menyerahkan ganti rugi lahan tol kepada perwakilan penerima ganti kerugian lahan untuk pembangunan Tol Padang-Pekanbaru. (Foto: Diskominfo Padangpariaman)

Padangpariaman | Datiak.com – Ganti rugi lahan untuk pembangunan Tol Padang-Pekanbaru seksi Kasang-Kapalohilalang, kembali disalurkan, Jumat (8/4). Totalnya sekitar Rp 13,9 miliar. Penerima ganti lahan tersebut adalah warga dari Nagari Buayan dan Sungai Buluh Utara, Kecamatan Batanganai.

Kepala Kantor Wilayah BPN Sumbar, Syaiful, dalam laporannya menjelaskan bahwa penerima pembayaran ganti rugi tol kali ini sebanyak 27 orang pemilik lahan, dan 18 orang pemilik tanaman. “Total ganti rugi lahan sekitar Rp 13,9 miliar,” ungkap Syaiful.

Kendati demikian, imbuhnya, warga yang belum melengkapi dokumen persyaratan pencairan, agar secepatnya melengkapi. Sehingga, penyaluran ganti rugi lahan bisa selesai dengan cepat. “Harapan kita, penerima ganti rugi bisa menggunakan uangnya sebaik mungkin. Jangan sampai habis dihambur-hamburkan untuk hal tidak bermanfaat,” tukasnya.

Pesan serupa juga disampaikan Bupati Padangpariaman, Suhatri Bur. Ia menyarankan penerima ganti rugi lahan, agar memanfaatkan uangnya untuk membeli tanah di wilayah lainnya. “Jadi, tanah peninggalan nenek moyang bapak/ibu kembali tergantikan,” pesan bupati yang akrab dengan sapaan Aciak tersebut.

Suhatri Bur juga mengingatkan penerima ganti rugi tol tersebut, agar tidak memanfaatkan uangnya untuk hal-hal yang tidak bermanfaat atau bersifat konsuntif saja. “Sebelum menerima ganti lahan ini, saya yakin bapak/ibu sudah berkecukupan. Jadi, jangan sampai tergiur untuk berbelanja berlebihan, sehingga uang habis tak jelas,” pesannya mengingatkan.

Menurutnya, menghamburkan uang ganti lahan secara tidak jelas, sama saja memiskinkan diri sendiri. Untuk itu, manfaatkan uang tersebut dengan sebaik-baiknya, sehingga membawa manfaat jangka panjang nantinya.

“Jangan sampai tanah sudah tidak ada karena terjual, uang habis tak jelas pula. Ini tentu akan berdampak buruk pada kondisi ekonomi keluarga,” tegasnya.

Terakhir, Suhatri Bur berterima kasih kepada masyarakat penerima ganti kerugian lahan tersebut, karena sudah bersedia menyerahkan asetnya untuk kepentingan publik. Yakni untuk pembangunan Tol Padang-Pekanbaru seksi Kasang-Kapalohilalang. “Semoga apa yang bapak/ibu lakukan (menyerahkan lahan) menjadi amal ibadah,” tukasnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Permukiman, dan Pertanahan Sumbar, Rifda Suryani, mengajak seluruh pihak untuk bekerja sama mempercepat pembayaran ganti kerugian lahan. Sehingga, pembangunan Tol Padang-Pekanbaru bisa dilaksanakan cepat ke depannya.

“Mudah-mudahan apa yang telah bapak/ibu korbankan bisa menjadi amal ibadah karena telah membantu proyek strategis nasional ini,” kata Rifda kepada penerima ganti rugi lahan di Hall Kantor Bupati Padangpariaman tersebut. (da.)


Baca berita Padangpariaman hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan