Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Galian C di Nagari Buayan Diprotes Warga

  • Bagikan
Spanduk penolakan aktivitas tambang galian c di Nagari Buayan yang dipasang oleh warga di simpang keluar masuk truk pengangkut pasir dari aliran Batang Anai. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Aktivitas galian c di Nagari Buayan diprotes keras oleh warga. Meskipun warga sudah sempat demo Selasa (22/12), penambangan pasir di Batang Anai yang melintas di sana diduga tetap berlanjut. Hal itu setelah warga melihat masih adanya truk yang keluar mengangkut pasir di Korong Simpang Buayan, Sabtu (26/12).

Untuk menghentikan aktivitas galian c di Nagari Buaya tersebut, sejumlah pemuda pun melakukan penjagaan di simpang keluar-masuknya truk pengangkut pasir. Di simpang itu, mereka juga memasang spanduk penolakan terhadap galian c di Nagari Buayan. Untungnya, aksi warga tersebut berjalan damai.

“Padahal kita sudah membuat kesepakatan agar tambang galian c itu dihentikan. Tapi, tadi kami melihat masih ada truk yang membawa pasie keluar dari sini. Makanya kita jaga saja pintu keluar truk ini,” ujar Heru, salah seorang pemuda Buayan, Sabtu sore (26/12).

Saat mengawasi keluar-masuknya truk pengangkut pasir, Heru menyempatkan untuk menghubungi pihak Pemerintah Nagari Buayan melalui handphone pribadinya. Ia meminta pihak nagari agar mendukung warga untuk menghentikan tambang galian c di sana.

BACA JUGA:  Pemuda Batang Gasan Refleksi Padangpariaman Sesungguhnya

“Jika pemerintah tidak menyelesaikan permasalahan ini, warga pasti akan terus melakukan aksi penolakan tambang ini,” kata Heru di akhir pembiacaraannya via telepon dengan pihak nagari.

Warga lainnya yang juga berada di lokasi, yakni Bujang dan Ison, menilai bahwa siapapun boleh membangun, asalkan tidak merusak lingkungan. “Kami hanya meminta untuk tidak merusak kampung kami,” tegas keduanya. “Makanya, kami minta pihak nagari menyelesaikan permasalahan ini. Jangan terkesan diam saja,” pungkasnya.

Masuk Medsos Legislatif

Galian C di Nagari Buayan Diprotes Warga 1

Tambang galian c yang mendapat protes warga, turut disorot anggota DPRD Padangpariaman, Januar Bakri. Legislatif yang juga anak Nagari Buayan tersebut, menyampaikan kritikan “pedas” di media sosial (medsos).

Di akun Facebook-nya yang tayang Selasa (22/12) pukul 14.22 WIB, Januar memulai kritikannya soal pengamanan aksi. “Saudara tidak sepantasnya membawa persenjataan berhadapan dengan masyarakat di kampung saya, karena masyarakat tidak mau bikin negara atau mintak merdeka. Masyarakat hanya tidak setuju adanya tambang galian c di nagarinya,” isi status akun Facebook Ketua DPC Partai Demokrat Padangpariaman tersebut.

BACA JUGA:  Sudah Ada Korban Meninggal, Perbatasan Diperketat

Dalam status medsos-nya itu, Januar juga memaparkan enam poin penilaiannya bahwa penambangan itu sudah melanggar regulasi atau aturan. Pertama soal Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nagari Buayan yang peruntukannya kawasan pemukiman. Sedangkan poin kedua, tambang berada di sepadan sungai.

“Lahan yang dijadikan lokasi tambang galian C adalah lahan perkebunan tempat masyarakat mengais kehidupan. Sangat terpuruk ekonomi masyarakat di saat pandemi ini kehilangan lapangan kerja mereka,” isi poin ketiganya.

Lalu di poin keempat, Januar menilai bahwa tambang tidak diperbolehkan di bawah permukaan. Sedangkan yang terjadi, penambang melakukan pengerukan hingga terbentuknya lubang besar seperti danau-danau.

“Tambang galian c berdekatan dengan jalan raya, dekat sepadan sungai dan juga pemukiman. Nantinya dikhawatirkan terjadi pergerakan tanah, merusak jalan negara juga serapan air tanah akan hilang,” hematnya yang tertulis pada poin kelima status Facebook-nya itu.

BACA JUGA:  Apa Pentingnya Pemilihan Duta Genre di Padangpariaman?

Di poin terakhir, Januar berpraduga adanya persekongkolan antara pemasok atau pelaku tambang dengan penanggung jawab pembangunan Jalan Tol Padangpariaman-Pekanbaru. “Para pihak terkait saya tegaskan jangan saudara melegalkan (tambang galian c di Buayan, Red) karena mendapatkan upeti atau uang pelicin,” isi poin keenam status Januar tersebut.

Tidak itu saja, pada penutup statusnya itu, Januar turut menyinggung peran Wali Nagari, Badan Musyawarah nagari (Bamus), serta ninik mamak di Nagari Buayan itu. “Bukalah mata hati dan pikiran saudara terhadap peritiswa yang saudara ikut di dalamnya,” tulisnya.

“Berpihaklah kepada masyarakat kita, karena dialah yang menjadikan sudara. Dan saudara-saudaralah tempat mereka mengadu. Allah tidak tidur dan Allah melihat semuanya,” isi kalimat penutup statusnya itu. (da.)

  • Bagikan