Gagal Paham, Penanganan Corona Malah Tak Tepat Sasaran

  • Bagikan
Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra. (Foto: Istimewa)

Padang – Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra, menilai selama ini terjadi gagal paham terkait virus corona. Sehingga, penanganan yang dilakukan menjadi tidak tepat.

“Hampir semua lini, mulai dari masyarakat, aparatur pemerintah, dan tenaga kesehatan gagal paham mengenai virus corona,” tegas Andani, Rabu (1/7).

Misalnya soal penyemprotan disinfektan, ia melihat pelaksanaannya banyak tidak berguna, seperti di jalan-jalan, rumah-rumah ataupun tempat-tempat lainnya. Padahal, penyemprotan itu penting dilakukan dihendel pintu, meja makan dan lainnya, karena di tempat-tempat itulah virus menempel.

Selanjutnya terkait pemakaian bilik disinfektan yang disemprot ke tubuh. Menurutnya tidak masuk akal lantaran disinfektan itu gunanya untuk benda mati. Jika disemprotkan pada manusia, jangka panjangnya malah bisa menyebabkan kanker.

BACA JUGA:  Penemuan Mayat Buat Merinding Warga Mentawai Lihat Kondisinya

“Untuk kulit ada antiseptic. Jadi selama ini orang salah kaprah dalam memahami Covid-19,” tegasnya.

Untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19, ia menyarankan agar sosialisasi lebih masif di tengah-tengah masyarakat. Sehingga, masyarakat benar-benar patuh mengenakan masker, tes PCR masif bagi semua komponen tanpa rapid test, pemberdayaan nagari dan lainnya.

“Dengan memahami itu semua, baru kita bisa bersahabat dengan Covid-19,” pungkas Andani. (da.)

  • Bagikan