Gagak Hitam Padangpariaman Tangkap “Kolor Ijo” di Batam

  • Bagikan
Petugas dari Tim Gagak Hitam dan Unit PPA Satreskrim Polres Padangpariaman memasukkan ETY ke dalam mobil. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman – Tim Gagak Hitam bersama Unit PPA Satreskrim Polres Padangpariaman berhasil menangkap ETY, di Komplek Aku Tahu, Sungai Panas, Kota Batam, Sabtu (20/6), sekitar pukul 17.30 WIB. Pasalnya, pria 42 tahun itu diduga telah melakukan tindak pencurian.

Penangkapan laki-laki asal Korong Kampung Kandang, Nagari Sunur, Kecamatan Nan Sabaris, Kabupaten Padangpariaman tersebut, berdasarkan Laporan Polisi Nomor: LP/70/XII/2019/Polres tanggal 2 Desember 2019.

Awal masuknya laporan, pegugas dari Satreskrim Polres Padangpariaman langsung mencari ETY ke rumah orangtuanya di Nagari Kapalo Koto, Nan Sabaris. Namu ia telah melarikan diri ke Jakarta.

“Mengetahui itu, tim kami pun melacak keberadaan tersangka di Jakarta,” ujar Kapolres Padangpariaman AKBP Dian Nugraha, melalui Kasatreskrim Iptu Abdul Kadir Jailani via grup WhatsApp Polres PP News.

Dari hasil penyelidikan itu, ETY diketahui hanya sebulan bersembunyi di Jakarta. Setelah itu, ia melarikan diri ke Batam. Di sana, ia bekerja di salah satu kedai nasi.

Mendapat info itu, Iptu Abdul bersama tiga anggotanya, yakni Aipda Hendri Haryono, Aipda Roy Wirama, dan Bripda Berto Novendra, langsung melakukan pengejaran ETY.

“Kami menemukan tersangka tinggal di Komplek Aku Tahu. Pas dilakukan penangkapan, tersangka tidak melakukan perlawan,” ungkapnya.

Modus Pencurian

Iptu Abdul menjelaskan, ETY diketahui sudah beberapa kali menjalankan aski pencuriannya. Informasi itu diperoleh pihaknya dari hasil introgasi singkat terhadap ETY di lokasi penangkapan.

“Tersangka mengaku sudah empat kali melakukan tindak pencurian. Tiga kali di Kecamatan Nan Sabaris, lalu satu kali di Kecamatan Pariaman Utara, Kota Pariaman,” jelasnya.

Dalam menjalankan aksinya, tambah Iptu Abdul, ETY disebut-sebut sebagai “kolor ijo” oleh warga Nan Sabaris. Hal itu lantaran ia beraksi hanya dengan menggunakan celanan dalam (kolor) berwarna hijau.

“Sekarang kami masih dalam perjalanan membawa tersangka dari Batam ke Padangpariaman. Kasus ini akan kami selidiki lebih lanjut,” tambahnya.

Untuk sementara, laporan yang diterima pihaknya, korban tindakan ETY, yaitu Amir Guci, mengaku mengalami kerugian sekitar Rp 10 juta.

“Saat penangkapan tersangka kami mengamankan barang bukti satu unit handphone merk Samsung A 10,” pungkas Iptu Abdul. (da.)

  • Bagikan