Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Fiber dan Ikan Berserakan, Apakah Milik KM Gunung Ajo yang Hilang?

  • Bagikan
KM Gunung Ajo
Personel Basarnas Mentawai yang melakukan pencarian KM Gunung Ajo saat bertanya kepada salah satu kapal nelayan. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Badan SAR Nasional (Basarnas) Kepulauan Mentawai mendapat laporan dari salah seorang warga Simalegi, Kecamatan Siberut Barat, Rabu (2/6). Yakni soal satu unit fiber besar yang terdampar di tepi pantai di daerah tersebut. Namun, pihak Basarnas Mentawai belum dapat memastikan bahwa itu fiber milik KM Gunung Ajo yang hilang kontak sejak 27 Mei 2021.

Seperti diketahui, KM Gunung Ajo dilaporkan hilang kotak pada sore 27 Mei 2021. Hal itu setelah kapal penangkap ikan yang berisikan 4 orang awak tersebut, berlayar menuju Kota Padang usai memancing di sekitar 30 mil dari Perairan Barat Pulau Tanahbala, Kabupaten Nias Selatan, Provinsi Sumatra Utara.

“Kita belum bisa memastikan fasilitas (fiber) yang dilihat warga Simalegi itu milik KM Gunung Ajo. Sebab, KN Ramawijaya tidak bisa merapat ke lokasi. Sekarang, satu-satu jalan menggunakan speed boat,” ujar Kasiops SAR Mentawai, Hendri, yang memimpin proses pencarian dan pertolongan.

BACA JUGA:  Sumbar Rawan Abrasi Pantai, Pemprov Diminta Buat Perda

Hendri mengungkapkan, dari laporan warga Simalegi tersebut, di lokasi fiber yang dilihatnya tampak banyak ikan berserakan. Kendati demikian, si warga tidak bisa melihat keseluruhan badan fiber. “Saat itu warga yang melaporkan sedang berada di ladangnya. Dia hanya melihat bagian ujung fiber itu saja,” ungkap Hendri.

Kata Hendri, pihaknya sudah memasuki hari ketiga pencarian pada Rabu (2/6). “Kalau informasi yang kita dapat di hari kedua pencarian, salah satu kapal nelayan jenis tundo yang berlabuh di Pokai, melaporkan sempat bertemu KM Gunung Ajo,” ungkapnya.

Saat itu, lanjut Hendri, mereka sempat berkomunikasi via radio. Awak di Gunung Ajo melaporkan kepada mereka hendak menuju Kota Padang. “Saat itu kondisi cuaca memang ekstrim. Setelah kapal nelayan itu sampai di Pokai, mereka tidak bisa lagi kontak dengan KM Gunung Ajo,” ungkap Hendri.

BACA JUGA:  Apel Kesiapsiagaan Bencana, Kapolres Mentawai Cek Menyeluruh

Ia mengaku bahwa pencarian berjalan cukup penuh tantangan. Pasalnya, gelombang yang cukup besar di laut bebas antara Pulau Siberut dan Nias tersebut. “Personel kita yang diturunkan untuk melakukan pencarian sebanyak 21 orang. Sedangkan dari Koramil 01/Sikabaluan, Polsek Sikabaluan, dan BPBD totalnya 17 orang,” tukas Hendri. (da.)

  • Bagikan