Selasa, 20 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Etilen Glikol dan Dietilen Glikol: Kenali 3 Efek yang Berujung Gagal Ginjal Akut

Ilustrasi pemberian obat sirup pada anak. Sekarang di Indonesia, pemberian obat sirup yang menggunakan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol dihentikan hilang keluar hasil uji penelitiannya. (Foto: IST)
1309 pembaca
Mengenal etilen glikol dan dietilen glikol sangat penting. Sebab, zat kimia ini mempunyai efek toksik atau beracun kalau terkonsumsi melewati batasan aman. Keracunan zat kimia itu bisa membuat masalah pencernaan sampai gagal ginjal akut.

Mengenal etilen glikol (ethylene glycol) dimulai dari wujudnya yang cairan tak berwarna, tak bau, dan mempunyai rasa manis. Etilen glikol kerap dipakai untuk zat antibeku (antifreeze) pada radiator kendaraan. Akan tetapi, zat ini pun dipakai sebagai pelarut pada industri atau produk rumah tangga.

Saat itu, dietilen glikol (diethylene glycol) mempunyai ciri khas yang hampir serupa dengan etilen glikol. Secara prinsip, dietilen glikol terdiri dari 2 molekul etilen glikol yang menempel kedua-duanya.

Dietilen glikol sering digunakan dalam produk rumah tangga. Akan tetapi, zat ini bisa juga dipakai untuk pelarut dalam obat sirup, guna menukar gliserin lantaran harganya lebih murah. Tidak sama dengan gliserin, etilen glikol dan dietilen glikol bisa sebabkan keracunan kalau dimakan melewati batasan aman.

Efek Keracunan Etilen Glikol dan Dietilen Glikol

BPOM sudah memastikan prasyarat di saat register obat di Indonesia. Semua produk obat sirup untuk anak atau orang dewasa yang tersebar di Indonesia tak diijinkan gunakan etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG).

Walau begitu, kontaminasi etilen glikol dan dietilen glikol peluang dapat terjadi pada obat yang gunakan propilen glikol, polietilen glikol, sorbitol, dan gliserin atau gliserol selaku zat pelarut. Ke-4 bahan tambahan itu bukan bahan beresiko atau bahan yang tidak boleh dipakai dalam pembikinan obat sirup.

Sesuai sama standard baku di Indonesia, ujung batasan aman atau tolerable daily intake (TDI) untuk cemaran etilen glikol dan dietilen glikol yaitu sebesar 0,5 mg/kg bobot tubuh setiap hari.

Konsumsi melewati TDI bisa berpengaruh fatal kalau tak selekasnya terselesaikan. Keracunan etilen glikol dan dietilen glikol bisa terjadi kalau menelan, mengisap, atau bersinggungan dengan zat kimia itu.

Walaupun begitu, efek keracunan berat, termaksud gagal ginjal akut progresif atipikal, bisa terjadi kalau zat kimia itu ketelan pada jumlah banyak.

Sesudah ketelan, etilen glikol cuma memerlukan waktu seputar 1-4 jam untuk diserap oleh badan dan selanjutnya diganti jadi senyawa beracun. Tanda-tanda keracunan etilen glikol akan tampil dengan cara bertahap dalam 72 jam sesudah zat ketelan. Di bawah ini yaitu tahapan saat keracunan etilen glikol: