Empat Warga Pasaman Barat Kedapatan Bawa Ganja 55 Kg

  • Bagikan
Empat Warga Pasaman Barat Kedapatan Bawa Narkoba Jenis Ganja 55 Kg
Barang bukti berupa 56 paket ganja kering dengan berat sekitar 55 kg diperlihatkan pihak Polres Pasaman Barat kepada awak media. (Foto: Polda Sumbar)

Pasaman Barat | Datiak.com – Empat warga Pasaman Barat kedapatan membawa narkoba jenis ganja kering, Jumat (7/1) sekitar pukul 04.00 WIB. Diduga, ganja itu diambil dari Kecamatan Penyabungan, Kabupaten Mandailing Natal, Provinsi Sumatera Utara.

Tertangkapnya empat warga Pasaman Barat yang membawa ganja tersebut, setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat. Setelah diselelidikan, tim Satresnarkoba Polres Pasaman Barat berhasil meringkus mereka di  Kampung Baru, Nagari Batahan, Kecamatan Ranahbatahan.

Dari hasil pemeriksaan, diketahui identitas keempat pelaku. Yakni JB panggilan Samson (40 tahun), wiraswasta, beralamat di Jorong Kampung Alang Nagari Muaro Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh. Lalu DA panggilan Dodi (32 tahun), wiraswasta, beralamat di Jorong Air Haji, Nagari Sungai Aua, Kecamatan Sungai Aur.

Kemudian LS panggilan Lukfi (28 tahun), petani, beralamat di Jalan Sumda Jorong Taluak Ambun Nagari Ujung Gading, Kecamatan Lembah Melintang. Selanjutnya DAN (32 tahun), petani, beralamat di Jorong Tanjung Durian, Nagari Rabi Jonggor, Kecamatan Gunung Tuleh.

Selain mengamankan empat warga Pasaman Barat tersebut, polisi juga mengamankan narkoba jenis ganja kering sebanyak 56 paket. Paket ganja berbungkuskan lakban kuning itu beratnya sekitar 55 kilogram.

“Kita juga mengalamankan barang bukti berupa mobil Avanza yang plat nomor polisinya dipalsukan menjadi BB 1716 AH,” ungkap Kapolres Pasaman Barat, AKBP Aries Purwanto, melalui Kasat Narkoba AKP Eriyanto didampingi Kabag Sumda Polres Pasaman Barat, Kompol Muzhendra, di Aula Polres Pasaman Barat, Sabtu (8/1).

Ia menduga narkoba jenis ganja itu berasal dari daerah Penyabungan, Kabupaten Madina, Provinsi Sumatera Utara. “Saat ini kita masih kembangkan untuk jaringan lainnya,” ucap Erianto.

Kendati begitu, ia mengungkapkan bahwa dari pengakuan empat warga Pasaman Barat tersebut, ganja yang mereka bawa didapat melalui perantara seorang narapidana Lapas Kelas II A Muaro Padang, yang berinisial AS.

“AS ini merupakan tersangka Satresnarkoba Polres Pasaman Barat pada tahun 2020 yang telah divonis hukuman penjara selama 5 tahun 3 bulan,” ungkapnya.

Kini, empat warga Pasaman Barat tersebut terancam dijerat Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 111 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Erianto mengajak masyarakat bersama-sama mengawasi wilayah masing-masing, agar Pasaman Barat tidak menjadi pasar empuk para pengedar narkoba. “Jika melihat pengungkapan dengan barang bukti sebanyak ini, maka ada indikasi Pasaman Barat akan dijadikan pasar peredaran narkoba,” jelasnya.

Sebab, lanjutnya, sepanjang sejarah penangkapan kasus pengungkapan narkoba di Pasaman Barat, ini adalah kasus terbesar. “Narkoba adalah musuh yang harus diperangi bersama, karena narkoba dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Sebab, narkoba dapat merusak dan menghancurkan masa depan anak-anak bangsa,” tutupnya. (da.)


Baca berita Pasaman Barat hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan
Daftar dan masuk untuk mengambil konten!