Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Dokumen Renkon Rampung, BPBD Padangpariaman Langsung Rakortek

  • Bagikan
Pjs Bupati Adib Alfikri didampingi Kalaksa BPBD Padangpariaman, Budi Mulya ketika mencek peralatan BPBD dalam penanganan bencana, sebelum dimulainya rakortek persiapan uji dokumen renkon. (Foto: Humas)

Padangpariaman | Datiak.com – Dokumen Rencana Kontingensi (Renkon) Bencana Gempa dan Tsunami di Masa Pandemi Covid-19, telah dirampungkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Padangpariaman. Sekarang, BPBD Padangpariaman langsung menjalani tahapan persiapan uji dokumen renkon tersebut.

Persiapan uji dokumen renkon itu dilaksanakan BPBD Padangpariaman melalui Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek), bersama seluruh OPD, instansi vertikal, BUMN/BUMD, bahkan lembaga swasta di Padangpariaman. Kesigapan BPBD Padangpariaman itupun langsung diapresiasi Pjs Bupati Padangpariaman, Adib Alfikri.

Adib mengapresiasi kepala serta seluruh jajaran BPBD dan stakeholder terkait di Padangpariaman, karena begitu aktif melaksanakan mitigasi bencana. Buktinya, dokumen yang sangat dibutuhkan sebagai acuan untuk penanggulangan bencana di Padangpariaman, dapat dirampungkan dalam waktu cepat.

Terlebih lagi, imbuhnya, dokumen yang disusun langsung sinkron dengan situasi pandemi Covid-19. Artinya, jika saja bencana alam seperti gempa dan tsunami terjadi di masa pandemi ini, ia optimis Padangpariaman bisa melakukan penanggulangan lebih baik dibandingkan daerah lain, karena sudah memiliki pedoman dalam proses evakuasi.

BACA JUGA:  Bangkitkan Semangat Gotong Royong, Cegah Anak Lahir Stunting

Padangpariaman dijadikan pilot project nasional untuk penyusunan dokumen renkon ini, tentunya berdasarkan sejumlah penilaian dari BNPB,” ujar Adib dalam rakortek yang dilaksanakan secara outdoor (terbuka) di depan Masjid Raya Padangpariaman tersebut, Rabu (2/12).

Pedoman Kebencanaan

Dalam kesempatan tersebut, Pjs Bupati Padangpariaman turut menjelaskan 12 prinsip kebencanaan harus selalu dipedomani dalam kegiatan kebencanaan. Di antaranya cepat dan tepat, prioritas (dahulukan nyawa daripada harta benda), koordinasi yang kuat dan luas, keterpaduan seluruh sektor, lalu prinsip berdaya guna sehingga setiap tindakan tidak sia-sia atau membuang waktu, tenang dan biaya.

“Prinsip transparansi dan bertanggung jawab juga sangat penting dalam kegiatan penanggulangan kebencanaan. Begitupun prinsip kemitraan karena bencana tidak bisa menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua lapisan masyarakat juga harus ikut serta,” hematnya.

BACA JUGA:  Desa Rawan Konflik di Mentawai Sudah “Dikantongi”

Dokumen Renkon Rampung BPBD Padangpariaman Langsung Rakortek 1

Untuk itu, lanjutnya, prinsip pemberdayaan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, juga sangat penting dalam kegiatan kebencanaan. Baik melalui sosialisasi ataupun pembelajaran praktis terkait dengan langkah antisipasi, penyelamatan, dan pemulihan bencana.

Umumnya, ia melihat pemberdayaan dilakukan dengan cara mengadakan pelatihan dan seminar kebencanaan di kawasan rawan bencana. Sedangkan prinsip lainnya, yaitu non diskriminatif, non proletisi, keterpaduan, berhasil guna dan akuntabilitas yang harus selalu dipegang oleh seorang penggiat kebencanaan.

“Intinya, kebencanaan ini menuntut kita untuk berpikir dan bertindak penuh dengan penuh ketelitian. Untuk itu, penting bagi kita selalu mempedomani prinsip-prinsip kebencanaan tersebut. Jadi, apabila bencana itu terjadi, penanganannya dapat dilakukan sesuai harapan kita semua,” pungkasnya.

Cek Kelengkapan

Sedangkan Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Padangpariaman, Budi Mulya, mengatakan bahwa rakortek tersebut memang tindaklanjut dari hasil penyusunan dokumen renkon yang dimulai pada Senin (14/9) lalu. Tujuannya untuk memeriksa kembali kelengkapan dokumen tersebut sebelum diuji.

BACA JUGA:  Nenek Rosmaniar, Makan Daun Agar Tetap Hidup

“Dokumen ini akan diuji oleh BNPB dan sejumlah pakar nantinya. Maknya, sekarang kita kembali cek bersama OPD, instansi vertikal, pihak kecamatan hingga nagari, pegiat dan pakar kebencanaan, serta pihak swasta yang ada di Padangpariaman, seperti perguruan tinggi,” papar Budi yang didampingi Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Padangpariaman, Wirman.

Dokumen Renkon Rampung BPBD Padangpariaman Langsung Rakortek 5

Budi menjelaskan bahwa dokumen renkon itu sangat penting untuk Padangpariaman, mengingat letaknya daerahnya di zona dengan paparan luas apabila terjadi bencana tsunami. Begitupun dengan gempa karena Padangpariaman juga didominasi kawasan perbukitan.

“BNPB menjadikan Padangpariaman sebagai lokasi khusus pada dua kegiatan. Yakni lokus penanganan gempa dan tsunami, lalu sebagai penyusun dokumen renkon. Untuk rakortek ini kita adakan, sehingga dokumen kita benar-benar tanpa kekurangan. Diharapkan peserta rakortek bisa mengikuti kegiatan dengan baik,” pungkasnya. (da.)

  • Bagikan