Dituntut Lima Bulan Penjara, Wabup Sijunjung Ajukan Pledoi

  • Bagikan
Terdakwa Arrival Boy yang merupakan Wabup Sijunjung saat menjalani sidang dengan agenda pembacaan tuntutan di PN Padang Kelas IA. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Terdakwa perkara dugaan perusakan Kantor DPD Golkar Sumbar, Arrival Boy dituntut lima bulan pidana penjara. Hal itu terungkap saat Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Padang Pitria Erwina, membacakan amar tuntutan dalam sidang pembacaan tuntutan untuk terdakwa yang kini berstatus Wabup Sijunjung tersebut, Selasa (14/7).

Dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Padang Kelas IA itu, JPU mengatakan bahwa terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana perusakan secara bersama-sama, sesuai dakwaan kedua Pasal 406 Ayat (1) KUHP juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP.

”Barang-barang bukti berupa satu buah pecahan vas bunga, pecahan pot bunga, pecahan kaca jendela dan kaca meja, serta satu buah meja tanpa kaca,” papar JPU.

Selain mengakibatkan kerusakan barang-barang inventaris DPD Golkar Sumbar, JPU menilai hal-hal yang memberatkan perbuatan terdakwa adalah karena selaku Wabup Sijunjung dan Ketua DPD Golkar Sijunjung, tidak memberikan suri tauladan yang baik kepada masyarakat.

”Hal-hal yang meringankan, tedakwa sudah mengganti kerusakan barang-barang inventaris DPD Golkar Sumbar dan telah melakukan perdamaian dengan pengurus DPD Golkar Sumbar yang baru,” ungkap JPU.

Menanggapi tuntutan dari JPU Kejari Padang, terdakwa Arrival Boy mengajukan pembelaan (pledoi) secara tertulis kepada majelis hakim. Majelis hakim yang diketuai Ade Zulfiana Sari beranggotakan Asni Meriyenti dan Khairuddin memberikan waktu kepada terdakwa selama satu minggu untuk menyusun pembelaan.

”Baiklah, kami beri waktu selama satu minggu. Sidang akan dilanjutkan 21 Juli mendatang. Dengan begitu, sidang kami tutup,” tegas majelis hakim.

Jejak Proses Hukum

Sebelumnya, dua orang terdakwa dalam perkara tersebut, yaitu Hartani dan Haliman Hamid, telah divonis tiga bulan penjara. Perkara ini adalah perkara dugaan perusakan Kantor DPD Golkar Sumbar saat Musyawarah Daerah (Musda) ulang Golkar Sumbar, pada pertengahan April 2018 lalu.

Akibat aksi perusakan tersebut, sejumlah barang-barang inventaris DPD Golkar Sumbar seperti vas bunga, pot bunga, kaca meja, kaca jendela, dan meja tanpa kaca mengalami kerusakan.

Selanjutnya, terduga pelaku perusakan dilaporkan oleh Mikardi Miyar ke Polresta Padang. Berkas perkara ini dibedakan menjadi dua berkas penuntutan. Satu berkas untuk kasus tersangka atas nama Arrival Boy, dan satu berkas lagi atas nama Hartani dan Haliman.

Kedua berkas sudah diserahkan penyidik Polresta Padang ke Kejari Padang, dan dilakukan penyerahan tersangka beserta barang bukti (tahap II) pada Desember 2018. (da.)

  • Bagikan