Ditarget Emas, Sembilan Pesilat Sumbar Intens Latihan

  • Bagikan
Ketum KONI Sumbar, Syaiful memberikan pencerahan kepada pesilat andalan Sumbar, Suci Wulandari ketika mengunjungi KONI Sumbar beberapa waktu lalu. (Foto: DOK KONI Sumbar)

Padang – “Tiada Ada Hari Tanpa Latihan”, moto yang kini ditanamkan para atlet Sumbar proyeksi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua. Sejak covid-19 mulai mewabah di Ranah Minang, KONI Sumbar mengeluarkan kebijakan agar atlet menjalani latihan secara mandiri di rumah, sejak 1 April lalu. Ini sekaligus mendukung kebijakan Pemprov Sumbar dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Tak terkecuali cabang pencak silat. Sekarang, ada sembilan pesilat Sumbar yang intens menjalani latihan secara mandiri di kediaman masing-masing. Ini dilakukan, tak lain demi target medali emas yang menjadi harga mati bagi cabang silat.

“Hampir dua bulan para atlet menjalani latihan secara mandiri di rumah mereka masing-masing. Kami tetap melakukan pengawasan setiap hari terhadap para atlet,” ujar pelatih tim pencak silat Sumbar, Irmai Hendri.

Dia juga tidak menampik, latihan secara mandiri ini sedikit membatasi ruang gerak dan interaksi antara pelatih dengan atlet. Meski demikian, dirinya tidak ingin ini dijadikan alasan untuk tidak menjalani latihan. Sebab, menurutnya latihan bisa dilakukan di mana saja.

Sebagai pelatih, ia mengaku memiliki tanggung jawab berat terhadap keberhasilan atlet meraih emas di pesta olahraga terakbar di tanah air nanti. Untuk itu, pengawasan ekstra ketat perlu dilakukan, agar atlet tetap menjalani latihan di rumah.

“Berkirim video latihan menjadi salah satu upaya yang dilakukannya dalam memberikan materi kepada para pesilat,” ujarnya.

Bahkan di hari biasa, para atletnya diminta intensif menjalani latihan pagi dan sore. Sehingga, mereka memiliki waktu yang cukup dalam menjalani latihan. Sedangkan selama Ramadhan, para atlet diminta mengintensifkan latihan setiap sore menjelang berbuka puasa.

“Hal terpenting yang perlu dilakukan atlet adalah menjaga kesehatan masing-masing dengan menjalani Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Misalnya sering melakukan cuci tangan, mengurangi aktivitas di luar rumah, dan makan-makanan yang bergizi,” sarannya.

Di samping itu, para atlet juga ditekankan untuk terus mempertahankan kebugaran setiap hari. Sebab, fisik yang kuat sangat menentukan kemampuan atlet melakukan pengembangan latihan. Sehingga, berdampak baik pada peningkatan performa atlet.

“Benar, ini merupakan hal yang paling penting untuk diperhatikan para atlet. Jangan sampai mereka terpapar virus korona sehingga program latihan yang telah kami susun jadi berantakan. Meski kami akui pelaksanaan PON nanti akan diundur tahun depan,” kata Irmai Hendri.

Lumbung Emas Sumbar

Ketum KONI Sumbar, Syaiful mengaku, silat merupakan salah satu lumbung medali bagi Sumbar di PON nanti. Jadi, dia berharap para pesilat tetap bersemangat dalam menjalani latihan mandiri di rumah untuk sementara.

Latihan di rumah tersebut bertujuan untuk menyelamatkan atlet yang merupakan aset bagi Ranah Minang. Katanya, latihan mandiri hanya bersifat sementara, sampai pandemi virus corona lenyap dari Sumbar.

“Kepada atlet, saya harap tetap semangat jalani latihan dan bersabar untuk menghadapi cobaan ini. Terus budaya pola hidup bersih sehat dan jangan keluar rumah kalau tidak penting. Kalau pun terpaksa keluar rumah gunakan masker,” pintanya. (da.)

  • Bagikan