Dinilai Nepotisme, Warga Protes ke Kantor Wali Nagari di Pessel

  • Bagikan
Ratusan warga protes ke kantor Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera, Kamis (7/5). (Foto: Istimewa)

Pesisir Selatan | Datiak.com – Ratusan warga protes ke kantor Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Kecamatan Sutera, Kamis (7/5). Mereka mempertanyakan proses penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari APBD Provinsi Sumatera Barat.

Aksi warga yang didominasi kalangan ibu rumah tanggal (IRT) tersebut, berlangsung sekitar 12.00 WIB. Tidak sekadar ramai sorakkan, aksi lempar bantu juga sempat terjadi dari kerumunan masa. Sehingga, sejumlah kaca kantor wali nagari itu pun pecah. Sejumlah kursi di ruang kantor itu pun tampak dirobek.

Meskipun warga protes tersebut dikawal oleh petugas kepolisian setempat, kalangan emak-emak itu tampaknya tak gentar. Mereka juga tak mengiraukan penjelasan wali nagari ataupun tokoh masyarakat yang hadir di sana. Bahkan, mereka tetap meneriaki wali nagari ketika berusaha memberikan penjelasan.

Hal itu mereka lakukan lantaran merasa sudah jenuh. Mereka pun meresa tidak mendapatkan keadilan dalam pendataan BLT oleh pihak nagari.

Untuk itu, mereka meminta nagari transparan dalam pendataan hingga penyaluran BLT. Sehingga, bantuan warga terdampak covid-19 tidak dinepotisme.

“Di sini kan banyak orang miskin. Kenapa malah orang kaya yang diberi bantuan,” teriak salah seorang IRT dalam bahasa Minang.

Hal itu dibenarkan oleh salah seorang IRT lainnya. Ia melihat, masih banyak warga yang belum menerima bantuan berupa uang tunai itu. Jadi, wanita paruh baya tersebut mengingatkan wali nagari dan perangkatnya agar tidak mengedepankan kekerabatan dalam pendataan dan penyaluran BLT.

“Masih banyak warga tidak mampu yang tidak dapat di lingkungan kami. Ini namanya tidak adil. Sementara kami tahu orang yang mampu malah dapat,” ujarnya dibenarkan emak-emak lainnya.

Wali Nagari Rawang Gunung Malelo, Aprizal tetap berusaha menenangkan warganya tersebut. Ia mengungkapkan kepada mereka bahwa penyaluran BLT bukanlah satu tahap. Sebab, selain BLT dari provinsi juga ada BLT dari kabupaten ataupun nagari.

Saat dikonfirmasi awak media, Aprizal menjelaskan bahwa BLT dari provinsi akan disalurkan untuk 148 kepala keluarga (KK). Para penerima tersebut ditetapkan sesuai kriteria pihak provinsi.

Hanya saja, BTL itu belum bisa disalurkan keseluruhnya tadi, lantaranya kondisi yang tidak kondusif.

“Jadi kami terpaksa hentikan dulu (penyaluran BLT tadi, Red). Mungkin besok (8/5) kami lanjutkan kembali, apabila kondisi sudah aman,” kata Aprizal.

Aprizal memaparkan seluruh bantuan yang ada di sana. Yakni dari Kementerian Sosial untuk 1.248 KK, lalu dari dana desa untuk 259 KK. “Jadi, warga yang sudah dapat hari ini, nantinya tidak dapat lagi,” ungkapnya.

Ia memperkirakan bantuan yang akan disalurkan bisa mengakomodir setengah dari keseluruhan KK yang ada di nagari itu.

“Kami harap masyarakat bersabar. Kami pasti bantuan tersaluran kepada seluruh warga yang berhak menerimanya,” pungkas Aprizal. (da.)

  • Bagikan