Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Dihantam Badai, Nelayan Hilang di Laut Siberut

  • Bagikan
Tim SAR gabungan saat melakukan pencarian seorang nelayan hilang di laut Siberut, Kepulauan Mentawai. (Foto: Istimewa)

Mentawai | Datiak.com – Kasus kecelakaan laut di perairan Mentawai kembali terjadi, Sabtu (12/12). Kecelakaan laut itu terjadi di perairan pantai Barat Pulau Siberut, persisnya di perairan Desa Sigapokna, Kecamatan Siberut Barat. Seorang nelayan hilang di laut Siberut tersebut. Sampai kemarin (13/12), ia dilaporkan belum ditemukan.

Kepala Kantor SAR Kepulauan Mentawai, Akmal mengatakan empat nelayan warga Sigapokna yang melaut pada Sabtu (12/12) dihantam badai. Satu dari tiga nelayan hilang di laut Siberut tersebut, dan masih belum ditemukan.

“Kecelakaannya terjadi sekitar pukul 13.00. Ke empat nelayan dengan masing-masing perahu satu orang diamuk badai. Beruntung, tiga orang selamat yakni, Ade (30 tahun), Mamai (30 tahun), dan Cuatam (30 tahun). Sementara yang belum ditemukan bernama Paneukan (40 tahun),” ungkapnya.

BACA JUGA:  Cegah Klaster Baru di Padangpariaman, Basafa Ditiadakan

Ia menyebut, pihaknya baru mendapat informasi kecelakaan laut tersebut dari Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Amir Ahmari pukul 15.05 WIB. Tim SAR gabungan berangkat menuju lokasi dari dermaga Tuapejat pukul 16.10 WIB.
“Kita perkirakan jarak tempuh menuju titik kecelakaan sekitar 5 jam dengan koordinat 0°56’4.38″S- 98°47’34.74″E atau dengan jarak 81 Notikalmile dari dermaga Tuapejat,” ungkapnya.

Menurut Akmal, ke empat nelayan ini melaut masih menggunakan alat tangkap manual seperti perahu dayung. Berkemungkinan nelayan tersebut tidak sempat mendayung ke tepi karena sudah lebih dulu dihadang badai.

Saat ini, tim SAR gabungan belum bisa menuju lokasi, karena kondisi gelombang laut belum kondusif. Tim SAR gabungan terpaksa bermalam di pelabuhan atau dermaga Maileppet, Kecamatan Siberut Selatan.

BACA JUGA:  Kapal Antarpulau Mentawai, Antara Swasta atau Perusda

“Malam ini, (tadi malam, Red), tim SAR gabungan menginap di pelabuhan Mailppet Siberut Selatan. Kegiatan operasi SAR akan terus dilanjutkan,” tuturnya.

Kalaksa BPBD Kepulauan Mentawai Novriadi mengatakan, pihaknya bersama SAR Kepulauan Mentawai sudah menginformasikan kondisi cuaca kepada kecamatan dari BMKG. Menurut dia, informasi tersebut, tidak sampai ke masyarakat karena tidak ada sinyal.

“Namun informasi ini mungkin tidak sampai ke masyarakat tidak memiliki akses internet. Informasi dari BMKG cukup lengkap dan terus diupdate serta ada juga peringatan untuk pelayaran,” ungkapnya.

Penemuan Sebelumnya

Sebelumnya, dua nelayan asal Desa Goisoinan bernama Tanjung (30 tahun) dan Ramadhan (30 tahun), yang dilaporkan hilang sejak Kamis (10/12) ditemukan selamat. Nelayan yang melaut menggunakan perahu sampan dengan mesin robin tersebut, sampai di Pantai Goiso Oinan, Jumat (11/12) sekitar pukul 15.30.Jumat (11/12), dilaporkan dua nelayan hilang kontak saat melaut. (da.)

  • Bagikan