Iklan Melayang
Iklan Melayang

Diduga Korupsi, Oknum Pimpinan DPRD Sijunjung Ditahan

  • Bagikan
Oknum mantan Wakil Ketua DPRD Sijunjung, NJ (membelakangi kamera), saat diperiksa sebagai saksi dugaan korupsi anggaran rumah dinas oleh Unit Tipikor Reskrim Polres Sijunjung. Sedangkan oknum Wakil Ketua DPRD Sijunjung, WB, tidak hadir dalam proses pemeriksaan saksi dugaan korupsi itu. (Foto: Istimewa)
banner 468x60

Sijunjung | Datiak.com – Diduga korupsi, oknum Wakil Ketua DPRD Kabupaten Sijunjung, WB, ditahan di Mapolres Sijunjung, Jumat (7/8). Bersamanya juga ikut ditahan mantan Wakil Ketua DPRD Sijunjung, NJ. Keduanya diduga melakukan tindak pidana korupsi anggaran rumah dinas.

Sebelumnya, WB dan NJ hanya diperiksa sebagai saksi. Namun, mereka ditetapkan menjadi tersangka Rabu (29/7) lalu, setelah diperiksa secara intensif Unit oleh Tipikor Reskrim Polres Sijunjung.

banner 336x280

Informasi yang Datiak.com, penahanan terhadap WB dan NJ terpaksa dilakukan di Rumah Tahanan Mapolres Sijunjung, guna mempercepat proses penyidikan. Sebab, sebelum menjalani penahanan, WB yang sempat dipanggil penyidik untuk memberikan keterangan, tidak hadir dengan alasan sakit.

“Ya, kedua tersangka telah ditahan di sel tahanan Polres Sijunjung seusai menjalani pemeriksaan di Ruang Unit Tipikor Reskrim, Jumat (7/8) lalu. Diperiksa mulai pukul 09.00 WIB, selanjutnya pada siang hari langsung dilakukan penahanan,” ujar Kapolres, AKBP Andry Kurniawan didampingi Kasat Reskrim AKP Fetrizal.

Masing-masing tersangka menjalani pemeriksaan hampir mencapai 8 jam. Mereka dicerca dengan puluhan pertanyaan terkait penggunaan anggaran belanja rumah tangga rumah dinas Wakil Ketua DPRD tahun 2018 – 2019. Pemeriksaan itu dilakukan Kanit Tipikor Azhamu Suaril, dibantu Bripda Annisa.

Kepolisian menyebut, oknum dewan dan mantan dewan tersebut nasing-masingnya diberikan jatah rumah dinas yang berlokasi di Muaro Sijunjung, dengan pembiayaan dibebankan pada APBD Sijunjung. Namun kedua pelaku diduga tidak menempati rumah yang dijatahkan oleh negara tersebut. Sedangkan pembiayaan tetap dicairkan dan diambil sesuai pagu dana yang disediakan.

Atas tindakan itu, kerugian Negara ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. ”Nilai kerugian yang timbul juga telah dihitung oleh Tim BPKP Sumbar. Kasus tersebut telah gelar perkara di Polda Sumbar pada Kamis (29/7) lalu. Proses penahan sudah sesuai dengan tetentuan KUHAP, pihak penyidik memiliki dua alat bukti ,” tukas Kasat Reskrim, AKP Fetrizal.

Terkait masa penahanan, sambung Fetrizal, akan dijalani tersangka selama dua puluh hari ke depan. Selanjutnya menyesuaikan dengan kondisi dan aturan berlaku. Sejalan dengan itu, penyidik akan berupaya melakukan percepatan proses P21, agar kasus langsung dapat ditindaklanjuti Kejaksaan Negeri Sijunjung.

Tanggapan Partai

Menyikapi kejadian itu, Ketua DPC Demokrat Sijunjung Liswandi menegaskan, kader Demokrat harus menjauhkan diri dari praktik korupsi ataupun tindak pelanggaran hukum lainnya. Hal ini telah ditandatangani seluruh kader dalam sebuah pakta integritas sejak jelang disulkan sebagai Calon Legislatif (Caleg).

“Jika di kemudian hari dinyatakan tersangkut persoalan hukum, kader sudah pasti diproses oleh partai. Sanksi sangat berat, yaitu penghentian dan pemutusan sebagai kader,” ungkap Liswandi.

Maka terkait kasus dugaan korupsi menimpa WB, partai Demokrat Sijunjung tidak terlibat dalam masalah itu. Katanya, oknum yang terlibat harus siap menerima sanksi, khususnya sanksi hukum. Selanjutnya pengurus partai juga akan terus mengevaluasi perkembagannya.

“Sesuai fakta integritas yang ditandatangani bersama, proses penjatuhan sanksi di tingkat partai akan langsung dilakukan saat kader berstaus tersangka dalam sebuah tidak pelanggaran hukum,” tegas Liswandi.

Meski demikian, pihaknya berharap seiring berjalannya proses hukum, tersangka WB dapat membuktikan dirinya tidak bersalah.

“Itu lah masalahnya, sejak bermasalah sampai ditetapkan jadi tersangka, justru WB tidak ada berkomunikasi dengan kita. Bahkan saat dihubungi via telfon, tidak menjawab,” pungkasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan