Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Diduga Ada Penyebaran Lokal, Pasien Klaster Perkantoran Bertambah

  • Bagikan
Kadinkes Mentawai Lamudin siregar dan Kalaksa BPBD Mentawai Novriadi memberikan keterangan pers terkait penambahan tiga orang pasien positif Covid-19 dari klaster perkantoran di Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Jumlah pasien positif terpapar Covid-19 di Kabupaten Kepulauan Mentawai yang berasal dari klaster perkantoran bertambah Kamis (24/9). Yakni tiga orang petugas Puskesmas Muara Sikabaluan. Kabar itu disampaikan oleh Juru Bicara Penanganan dan Pencegahan Covid-19 Kepulauan Mentawai, Lahmuddin Siregar.

Lahmuddin menjelaskan, penambahan tiga positif tersebut dari hasil uji laboratorium terhadap 53 sampel swab petugas Puskesmas Muara Sikabaluan. “Dua pasien petugas penanganan Covid-19 di puskesmas, sedangkan 1 pasien bertugas sebagai cleaning servis puskesmas,” ungkap Lahmuddin dalam jumpa pers, kemarin (24/9).

Sekarang, imbuh Lahmuddin, Tim Penanganan dan Pencegahan Covid-19 di sana sedang menelusuri riwayat kontak ketiga pasien tersebut. Sehingga, rantai penyebaran virus dapat diputus dengan cepat. “Sekarang kita sedang mendata yang orang-orang yang kontak erat dengan pasien, lalu mereka diminta menjalani tes swab,”ujar Lahmuddin yang juga Kepala Dinas Kesehatan Kepulauan Mentawai.

Lahmuddin menilai, penambahan pasien terpapar Covid-19 di klaster perkantoran di Mentawai, karena sudah adanya penyebaran lokal dari positif Covid-19 yang belum terdeteksi di sana. “Ketiga pasien positif ini tidak ada riwayat perjalanan keluar daerah. Makanya, dugaan kita sudah ada penyebaran tingkat lokal dari orang yang terpapar, tetapi belum terdeteksi,” hematnya.

Untuk itu, Lahmuddin kembali mengimbau seluruh pihak agar selalu waspada. Caranya tentu dengan betul-betul mematuhi protokol kesehatan. Mulai dari menjaga jarak fisik (physical distancing) saat berinteraksi, selalu menggunakan masker dan cuci tangan dengan sabun, serta menjalani pola hidup sehat dan bersih.

“Kita tidak bisa menganggap remeh pandemi ini. Sebab, penyebaran (virus corona, Red) mungkin saja sudah terjadi di antara kita. Jadi, kami mohon seluruh pihak di masyarakat agar serius soal pencegahan penyebaran Covid-19,” tegas Lahmuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Lahmuddin turut menyampaikan kabar gembira. Yakni terkait seorang bidan di Mentawai yang sebelumnya terpapar Covid-19. Sekarang, bidan berusia 34 tahun itu sudah dinyatakan sembuh atau negatif dari Covid-19. “Kita sangat bersyukur salah seorang bidan kita sudah dinyatakan sembuh setelah menjalani perawatan selama 15 hari,” pungkas Lahmuddin. (da.)

  • Bagikan