Diamuk Massa di Padangpariaman, Pengusaha CCTV Meninggal

  • Bagikan
Salah seorang korban yang diamuk massa di Padangpariaman saat menjalani perawatan. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Dua pria tak bersalah diamuk massa di Padangpariaman, Senin dini hari (15/3). Yakni Riki Ari Nofrizal (38 tahun) dan Syahril (33 tahun). Bahkan, korban bernama Riki Ari Nofrizal yang sempat dilarikan ke RSUP M Djamil Padang, dinyatakan meninggal dunia.

Kejadian pengamukan kedua pria tersebut berlangsung di Nagari Guguak, Kecamatan 2×11 Kayutanam. Diduga, penyebabnya karena seseorang tak dikenal meneriaki Riki dan Syahril sebagai maling. Hal itu disampaikan oleh Kapolsek Sicincin, 2×11 Enamlingkung, AKP Nasirwan.

“Ya, salah seorang korban (Riki Ari Nofrizal, Red) meninggal. Satunya lagi ((Syahril, Red) dilaporkan dalam kondisi kritis,” kata AKP Nasirwan, kemarin.

Pasca diamuk massa di Padangpariaman tersebut, kata Nasirwan kedua korban dalam kondisi luka berat dan tak berdaya. Sehingga, kepolisian setempat yang mendatangi lokasi, langsung menghubungi pihak medis untuk mengevakuasi kedua korban.

BACA JUGA:  ASN Padangpariaman Diminta Jaga Produktivitas Kerja

“Korban yang meninggal itu setelah sampai di M Djamil Padang. Sedangkan korban yang kritis sekarang dirawat di RSUD Padangpariaman, di Nagari Paritmalintang,” imbuhnya.

Terkait penyebab Riki dan Syahril diamuk massa di Padangpariaman, pihaknya masih melakukan penyelidikan. Namun, ia memastikan bahwa kedua korban bukanlah maling seperti yang dianggap oleh massa di Nagari Guguak tersebut.

“Dari hasil penyelidikan kami, kedua korban tidak ada melakukan tindak pencurian seperti yang dituduhkan,” ucap mantan Kasat Intel Polres Padangpariaman tersebut memastikan.

Soal dugaan adanya orang tak dikenal yang menyoraki Riki dan Syahril sebagai maling, Nasirwan mengatakan bahwa pihak sedang menyelediki hal tersebut.

“Kronologi yang kita peroleh di lokasi kejadian perkara memang begitu (korban diteriaki sebagai maling, Red). Sekarang kita sedang selidiki siapa orang yang bersorak maling tersebut,” pungkasnya.

BACA JUGA:  Pilwanag Serentak di Padangpariaman Sudah Dekat
4 Orang jadi Saksi

Untuk mencari jejak pelaku yang meneriaki Riki dan Syahril sebagai maling, Polsek Sicincin pun mengamankan dan meminta keterangan dari empat warga setempat. Yakni warga yang berinisial JK, AG, RS dan AG.

“Keempat warga ini kita amankan sebagai saksi, karena mereka diduga terlibat melakukan pengeroyokan itu,” ungkap AKP Nasirwan.

AKP Nasirwan menilai bahwa korban tidak diamuk massa. Sebab, dari hasil penyelidi pihaknya, korban diduga dikeroyok sekitar 10 orang di Tempat Kejadian Perkara (TKP). “Yang melihat memang ramai, sekitar 100 orang,” tukasnya.

Kronologi Kejadian

Informasi yang dihimpun Datiak.com, korban bernama Riki Ari Nofrizal diketahui seorang pengusaha CCTV di Kota Padang. Saat itu, ia dari perjalanan menuju Bukittinggi bersama Syahril menggunakan Toyota Avanza BA 1148 LH.

BACA JUGA:  Seorang Nelayan di Siberut Utara Diringkus Polisi

Tiba-tiba, di Jalan Padang-Bukittinggi, tepatnya di Korong Titian Panjang, Nagari Kayutanam, seorang yang menggunakan sepeda motor meneriaki maling ke arah mobil BA 1148 LH yang dikemudi oleh Riki tersebut. Orang tak dikenal itu menggunakan sepeda motor.

Riki yang mendengar teriakan itu, langsung menancap laju mobilnya. Sayangnya, mobil pengusaha CCTV tersebut hilang kendali hingga menabrak pembatas jalan di dekat Pasar Kayutanam. Sejumlah warga yang mendengar teriakan maling tersebut, langsung menghakimi Riki dan Syahril.

Emosi tak terkendali itupun berujung tak terleraikan. Riki dan Syahril diamuk hingga tak sadarkan diri. Sedangkan si penyorak maling menghilang dari lokasi kejadian. (da.)

  • Bagikan