Iklan Melayang
Iklan Melayang

Desa Rawan Konflik di Mentawai Sudah “Dikantongi”

  • Bagikan
Desa Rawan Konflik di Mentawai
Polres dan Pemkab Mentawai kini melakukan pemetaan desa rawan konflik di Mentawai guna keamanan dan kelancaran Pilkades Serentak di Mentawai 16 Juni 2021. (Ilustrasi: Tim Datiak.com)
banner 468x60

Mentawai | Datiak.com – Polres Kepulauan Mentawai harus ekstra waspada jelang Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Serentak di Mentawai, yang bakal digelar 16 Juni 2021. Salah satunya dengan melakukan pemetaan desa rawan konflik di Mentawai. Mengingat, kondisi geografis Kepulauan Mentawai yang terbagi menjadi beberapa pulau.

Hal tersebut dibenarkan oleh Wakapolres Kepulauan Mentawai, Kompol Beresman Simanjuntak kepada awak media beberapa waktu lalu. “Pertama, pengawasan ekstra itu perlu dilakukan karena Kepulauan Mentawai ini sangatlah luas. Daerahnya pun terpisah-pisah dalam beberapa pulau,” ujar Kompol Beresman.

banner 336x280

Untuk itu, imbuhnya, Polres Kepulauan Mentawai kini tengah melakukan pemetaan wilayah rawan terjadi konflik di Kepulauan Mentawai. Baik menjelang hingga penetapan suaran hasil Pilkades Serentak di Bumi Sikerei tersebut. “Kita belum bisa pastikan desa mana saja yang rawan. Soalnya sekarang masih dalam pemetaan,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga belum bisa memastikan jumlah personel yang akan ditugaskan mengawasi pilkades serentak di sana. “Jika pemetaan wilayah selesai dilakukan, baru kita bias memastikan jumlah personil yang akan ditugaskan. Baik itu personel Polres ataupun Polsek,” tukasnya.

Keterangan Kepala DPMDP2KB Mentawai

Terpisah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPMDP2KB) Kepulauan Mentawai, Nicholaus Sorotogok, menyebutkan bahwa pelaksanaan Pilkades Serentak di Mentawai tidak menggunakan lembaga pengawas. Jadi, pengawasannya dilakukan dengan melibatkan aparat dari segi pengamanan dan instansi terkait di Pemkab Kepulauan Mentawai.

“Mulai dari tim kabupaten hingga kecamatan akan memlakukan terus melakukan monitoring hingga pilkades serentak ini selesai. Kita juga sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan terkait pengamanan yang akan dilakukan di hari pemilihan hingga selesai penghitungan suara,” paparnya.

Menyangkut pemetaan desa rawan konflik selama pilkades nanti, Nicholaus mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memiliki gambaran. Kendati demikian, pihaknya masih akan berkoordinasi dengan aparat keamanan, guna memastikan peta wilayah yang dinilai rawan itu.

“Memang kita sudah memiliki gambaran sejumlah desa rawan konflik di Mentawai. Namun bukan karena akan dilakukannya pilkades, tetapi memang desa tersebut rawan terjadi konflik. Untuk itu, kita koordinasi dengan pihak keamanan (kepolisian) karena mereka tentu lebih paham,” tukasnya. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan