{"id":14330,"date":"2026-05-20T21:09:10","date_gmt":"2026-05-20T14:09:10","guid":{"rendered":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/idnews\/?p=14330"},"modified":"2026-05-20T21:09:10","modified_gmt":"2026-05-20T14:09:10","slug":"pertumbuhan-ekonomi-indonesia-capai-561-persen-di-awal-2026","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/2026\/05\/20\/pertumbuhan-ekonomi-indonesia-capai-561-persen-di-awal-2026\/","title":{"rendered":"Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Capai 5,61 Persen di Awal 2026"},"content":{"rendered":"<p><strong>Pers Publik<\/strong>\u00a0\u2013 Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year\/y-on-y). Capaian tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah serta pertumbuhan sejumlah sektor jasa dan konsumsi masyarakat.<\/p>\n<p>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan I-2026 mencapai Rp6.187,2 triliun. Sementara PDB atas dasar harga konstan 2010 tercatat sebesar Rp3.447,7 triliun.<\/p>\n<p>Dari sisi lapangan usaha, sektor penyediaan akomodasi dan makan minum menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan kenaikan 13,14 persen. Pertumbuhan juga terjadi pada sektor jasa lainnya sebesar 9,91 persen serta transportasi dan pergudangan sebesar 8,04 persen.<\/p>\n<p>Industri pengolahan yang masih mendominasi struktur ekonomi nasional turut tumbuh 5,04 persen. Adapun lima sektor dengan kontribusi terbesar terhadap perekonomian nasional yakni industri pengolahan sebesar 19,07 persen, perdagangan dan reparasi mobil-sepeda motor 13,28 persen, pertanian 12,67 persen, konstruksi 9,81 persen, serta pertambangan dan penggalian 8,69 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi yakni mencapai 21,81 persen secara tahunan. Selain itu, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,52 persen, pembentukan modal tetap bruto (PMTB) 5,96 persen, dan konsumsi lembaga nonprofit yang melayani rumah tangga (LNPRT) 6,28 persen.<\/p>\n<p>BPS juga mencatat struktur PDB nasional masih didominasi konsumsi rumah tangga dengan kontribusi 54,36 persen terhadap total ekonomi Indonesia. PMTB menyumbang 28,29 persen dan ekspor barang serta jasa sebesar 21,22 persen.<\/p>\n<p>Meski tumbuh secara tahunan, ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 mengalami kontraksi 0,77 persen dibanding triwulan IV-2025 atau secara kuartalan (quarter-to-quarter\/q-to-q). Penurunan terdalam terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian yang terkontraksi 8,20 persen.<\/p>\n<p>Dari sisi pengeluaran, kontraksi terbesar terjadi pada konsumsi pemerintah yang turun 30,13 persen dibanding kuartal sebelumnya. Selain itu, ekspor barang dan jasa turun 9,15 persen serta PMTB turun 7,54 persen.<\/p>\n<p>Secara wilayah, Pulau Jawa masih menjadi penopang utama ekonomi nasional dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dan pertumbuhan 5,79 persen secara tahunan. Posisi berikutnya ditempati Sumatera dengan kontribusi 22,08 persen dan pertumbuhan 5,13 persen.<\/p>\n<p>Sementara itu, kelompok provinsi di Bali dan Nusa Tenggara mencatat pertumbuhan ekonomi tertinggi sebesar 7,93 persen, disusul Sulawesi 6,95 persen, Jawa 5,79 persen, Sumatera 5,13 persen, Maluku dan Papua 4,46 persen, serta Kalimantan 4,08 persen. <strong>(*)<\/strong><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pers Publik\u00a0\u2013 Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada triwulan I-2026 tercatat sebesar 5,61 persen secara tahunan (year-on-year\/y-on-y). Capaian tersebut lebih tinggi dibanding periode yang sama tahun sebelumnya dan ditopang oleh peningkatan konsumsi pemerintah serta pertumbuhan sejumlah sektor jasa dan konsumsi masyarakat. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, nilai Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku pada triwulan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":25209,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[7],"tags":[22,51,62],"newstopic":[75,165],"class_list":["post-14330","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-info-grafis","tag-bps","tag-pertumbuhan-ekonomi","tag-testingan","newstopic-data","newstopic-testingan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14330","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=14330"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/14330\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/media\/25209"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=14330"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=14330"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=14330"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.datiak.com\/demo\/perspublikgr\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=14330"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}