Pers Publik Gradiasi

Tema Wordpress Berita Pers Publik Gradiasi

BREAKING NEWS
    721 view

    Luas Panen dan Produksi Jagung Indonesia Maret 2026 Turun Dibanding Tahun Lalu

    Waktu Baca: 2 menit
    Infografis mengenai perkembangan luas panen dan produksi jagung di Indonesia periode 2025–2026. Pada Maret 2026, luas panen jagung tercatat 0,25 juta hektare dan produksi mencapai 1,40 juta ton JPK-KA 14 persen, masing-masing turun dibandingkan Maret 2025. Secara kumulatif Januari–Juni 2026, produksi jagung diperkirakan mencapai 8,33 juta ton. (Sumber: BPS)

    Pers Publik – Indonesia mencatat penurunan luas panen dan produksi jagung pada Maret 2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Data tersebut disampaikan dalam Berita Resmi Statistik Badan Pusat Statistik (BPS) Nomor 47/05/Th. XXIX, 4 Mei 2026 berdasarkan hasil Kerangka Sampel Area (KSA).

    Pada Maret 2026, luas panen jagung tercatat sebesar 0,25 juta hektare. Angka ini turun 14,44 persen atau sekitar 0,04 juta hektare dibandingkan Maret 2025.

    Penurunan juga terjadi pada produksi jagung pipilan kering kadar air 14 persen (JPK-KA 14%). Produksi jagung Maret 2026 tercatat sebesar 1,40 juta ton, turun 14,23 persen atau sekitar 0,23 juta ton dibandingkan Maret tahun lalu.

    Secara bulanan, tren produksi jagung sepanjang 2025 hingga 2026 menunjukkan fluktuasi. Produksi tertinggi terjadi pada Februari 2025 sebesar 1,86 juta ton, sedangkan pada Februari 2026 tercatat sebesar 1,77 juta ton. Sementara itu, produksi pada Mei 2026 diperkirakan mencapai 1,08 juta ton dan meningkat menjadi 1,43 juta ton pada Juni 2026.

    Untuk luas panen, capaian tertinggi pada periode pengamatan terjadi pada Februari 2025 sebesar 0,33 juta hektare. Sedangkan pada Februari 2026 luas panen tercatat 0,31 juta hektare.

    Secara kumulatif Januari hingga Juni 2026, luas panen jagung diperkirakan mencapai 1,46 juta hektare, turun 2,51 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 1,50 juta hektare.

    Produksi jagung kumulatif Januari–Juni 2026 juga diperkirakan menurun menjadi 8,33 juta ton JPK-KA 14%, atau turun 2,69 persen dibandingkan Januari–Juni 2025 yang mencapai 8,56 juta ton.

    Sementara itu, potensi panen jagung pada April–Juni 2026 diperkirakan mencapai 0,66 juta hektare, relatif sama dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, potensi produksi jagung pada April–Juni 2026 diperkirakan turun 1,17 persen menjadi 3,77 juta ton dibandingkan 3,82 juta ton pada 2025.

    BPS menjelaskan bahwa angka produksi Januari–Maret 2026 merupakan angka sementara, sedangkan produksi April–Juni 2026 masih berupa angka potensi yang dapat berubah pada rilis berikutnya. (*)

    Penulis Pers Publik
    Penulis
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *