Pers Publik

Tema Web Berita Premium, Kaya Fitur

BREAKING NEWS
    2,254 view

    Peta Kemiskinan Global: Lima Negara Tampung Separuh Penduduk Miskin Dunia

    Waktu Baca: 2 menit
    Ilustrasi permukiman miskin di negara berkembang yang merepresentasikan tantangan kemiskinan ekstrem global. Laporan terbaru Bank Dunia menyebutkan lebih dari separuh penduduk miskin dunia terkonsentrasi di lima negara berkembang, sementara konflik, krisis iklim, dan lemahnya tata kelola menjadi faktor utama yang menghambat upaya pengentasan kemiskinan. (Ilustrasi: AI/ChatGPT)

    Pers Publik – Laporan terbaru dari World Bank mengungkapkan tantangan besar dalam pengentasan kemiskinan ekstrem global. Lebih dari setengah populasi masyarakat miskin di dunia saat ini masih terkonsentrasi di lima negara berkembang besar: India, Nigeria, Republik Demokratik Kongo (DRC), Ethiopia, dan Bangladesh.

    Kondisi ini diperparah oleh penyesuaian Garis Kemiskinan Internasional (IPL) oleh Bank Dunia menjadi $3 per hari. Standar baru tersebut menyebabkan jutaan individu yang sebelumnya tidak terdata, kini masuk ke dalam kategori miskin ekstrem.

    Konsentrasi vs Rasio Populasi

    Meskipun lima negara di atas memiliki jumlah nominal penduduk miskin terbanyak karena faktor populasi yang besar, potret kemiskinan paling parah berdasarkan persentase total penduduk justru didominasi oleh wilayah Afrika Sub-Sahara.

    Berdasarkan data ekonomi makro dari FocusEconomics dan Businessday NG, Sudan Selatan dan Burundi menempati peringkat teratas sebagai negara termiskin di dunia berdasarkan PDB per kapita. Di Sudan Selatan, diperkirakan hampir 80% warganya hidup di bawah garis kemiskinan. Sementara di Burundi, sekitar 80% populasi masih bergantung penuh pada pertanian subsisten untuk bertahan hidup.

    Tiga Faktor Utama Pemicu Kemiskinan

    Para analis ekonomi mengidentifikasi tiga akar masalah utama yang terus menjebak negara-negara tersebut dalam jerat kemiskinan:

    • Konflik Berkepanjangan: Perang sipil dan ketidakstabilan politik di Sudan Selatan, DRC, dan Yaman menghancurkan infrastruktur publik serta melumpuhkan roda perekonomian.
    • Krisis Iklim dan Bencana Alam: Kekeringan ekstrem melanda sektor pertanian di Ethiopia dan Burundi, memicu lonjakan inflasi harga pangan serta kelaparan massal.
    • Kutukan Sumber Daya (Resource Curse): Negara kaya minyak seperti Sudan Selatan dan Nigeria menghadapi ketimpangan sosial akibat tata kelola pemerintahan yang buruk dan maraknya korupsi.

    Secara global, persentase masyarakat yang hidup dalam kemiskinan ekstrem diproyeksikan sedikit menurun menjadi 10,0%. Namun, wilayah Timur Tengah, Afrika Utara, Afghanistan, dan Pakistan (MENAAP) justru menjadi satu-satunya kawasan yang mengalami tren kenaikan angka kemiskinan dalam beberapa tahun terakhir. (*)

    Jurnalis Pers Publik
    Penulis
    Editor Pers Publik
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *