Pers Publik

Tema Web Berita Premium, Kaya Fitur

BREAKING NEWS
    1,484 view

    Anggit Kurniawan Nasution Terperangkap Kepolosan

    Waktu Baca: 2 menit
    Pengambilan sumpa jelang Sidang PHPU Pilkada Pasaman 2024, di MK pada Selasa (11/2/2025). Perkara ini meruncing pada riwayat hukum yang dialami Cawabup Pasaman nomor urut 1. (Foto: Tangkap layar kanal YouTube Mahkamah Konstitusi)

    Anggit Kurniawan Nasution menjadi objek utama di sengketa Pilkada Pasaman 2024. Riwayat terpidananya yang diperkarakan. Anggit disebut menyembunyikannya dari publik. Alhasil, kemenangan yang sudah terasa di tangan, kini bak pasir ditiup angin. Sengketa yang dihadapi Anggit, tampak benar-benar berat.

    JIKA memyimak sidang yang digelar Panel 1 Mahkamah Konstitusi (MK), gugatan terhadap Anggit Kurniawan Nasution terkesan dianggap ringan. Hanya soal menutupi riwayat hukum. Toh hukuman yang pernah menjerat Anggit tak pula lama. Hanya di bawah 5 tahun. Tepatnya 2 bulan 24 hari.

    Begitulah kira-kira pandangan saksi ahli yang didatangkan pihak Anggit, yakni Zainal Arifin Mochtar. Jadi, ia berpandangan Anggit tak diharuskan memberitahukannya ke publik. Pandangan saksi ahli ini, bisa saja sama dengan yang dipikirkan Anggit.

    Namun, menurut penulis bukan soal lama hukuman yang ditakuti Anggit. Melainkan satu kata dalam amar putusannya. Yakni kasus “penipuan”. Kata yang sangat ditakuti para politisi. Tidak saja dapat meruntuhkan, kata itu bisa menenggelamkan citra politik. Penulis yakin, Anggit paham betul ini.

    Hasilnya, Anggit tampaknya mengambil kepolosan dalam berpolitik. Mungkin saja karena ia bingung, bagaimana cara menyampaikan riwayat hukumannya itu agar diterima publik. Bagaimana menyakinkan publik bahwa itu musibah yang dialaminya.

    Padahal, dari penelusuran penulis, ia punya peluang besar dengan mudah menyelesaikan masalah ini. Kenapa demikian? Alasannya, pasangan Welly Suhery dan Anggit Kurniawan Nasution tampak yang paling gencar dalam hal publikasi jelang pemilihan.

    Baik di media masa ataupun media sosial, mereka tampil eksis. Ini bisa terwujud karena hubungan baiknya dengan awak media. Setahu penulis, wartawan tidak saja tukang bikin berita. Mestinya juga piawai dalam memediasi publik. (*)


    Selengkapnya baca di: https://www.ayosumbar.id/anggit-kurniawan-nasution-terperangkap-kepolosan/

    Aris Prima Gunawan
    Penulis
    Editor Pers Publik
    Editor

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *