Delapan Kios di Lubuk Alung Habis Terbakar

  • Bagikan
Warga saat menyaksikan delapan kios di Lubuk Alung yang habis dilalap api dalam waktu cepat. (Foto: Istimewa)

Padangpariaman | Datiak.com – Sebanyak delapan kios di tepi Jalan Raya Padang-Bukittinggi, tepatnya di Simpang Jambak, Korong Pasa Jambak, Nagari Balah Hilia, Kecamatan Lubuk Alung, habis dilalap api, Rabu (12/8) sekitar pukul 09.15. Diduga, kebakaran bermula dari api yang muncul tiba-tiba di salah satu kios.

Kebakaran delapan kios di Lubuk Alung tersebut, berlangsung sangat cepat. Pasalnya, api mudah berkuasa, lantaran seluruh bangunan kios berbahan kayu. Meskipun telah turun empat unit mobil pemadam kebakaran, tidak ada kios yang dapat diselamatkan dari amukan api.

“Dari keterangan para saksi yang kita minta bersama pihak kepolisian dan TNI, api berasal dari kios jok sepeda motor,” ujar Wali Korong Pasa Jambak, Azhari Kurnia Pratama.

Saat saksi melihat kemunculan kepulan asap di atas atap kios penjualan dan penggantian jok sepeda motor itu, lanjut Azhari, saksi bersama warga membangunkan pemilik kios, Afrizal Alfin, yang diketahui masih tertidur. “Warga pun langsung menghubungi pemadam kebakaran,” katanya.

Namun, kebakaran berlangsung begitu cepat. Hanya dalam rentang waktu sekitar 45 menit, api menghabiskan seluruh bangunan kios. Hal itu menurutnya karena bangunan kios di sana terbuat dari kayu. Letaknya pun berjejer dan berdempetan.

“Kejadiannya sekitar pukul 08.30. Warga langsung juga menghubungi saya. Pas saya sampai sekitar pukul 09.15, seluruh kios sudah terbakar. Sedangkan api padam total sekitar pukul 11.00,” ucapnya.

Untuk itu, tambahnya, dari delapan kios, hanya satu kios yang berhasil menyelamatkan sejumlah barang dagangannya. Sedangkan isi tujuh kios lainnya, habis ditelan api dalam sekejab. “Kios yang berhasil mengeluarkan sejumlah-barangnya itu, karena letaknya paling ujung,” ucapnya.

Azhari turut menjelaskan, kejadian itu menimbulkan kerugian sekitar Rp 550 juta. Yakni kerugian yang dialami Andre Alvis Rp 40 juta, Afrika Dewita Rp 70 juta, Rozi Nofri Andru Rp 40 juta, Yonasrul Rp 50 juta, Afrizal Alfin Rp 150 juta, dan Rusdi Roza Rp 200 juta.

“Dominan pedagang itu menjadikan kiosnya tempat berjualan sekaligus tempat tinggalnya,” ungkap Azhari.

Sekarang, imbuh Azhari, pihaknya sedangkan melengkapi seluruh data para konban. Sehingga, proposal bantuan mereka cepat dikirimkan ke Baznas dan Dinsos Padangpariaman.

“Pemerintah nagari akan bergerak cepat menyerahkan proposal ke Baznas dan Dinsos Padangpariaman. Jadi, warga kita ini bisa terbantu dalam kondisi sulitnya ini,” pungkasnya.

Analisa Sementara Polisi

Sedangkan Kapolres Padangpariaman AKBP Dian Nugraha melalui Kasubag Humas AKP Emel Sangra, mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab kebakaran tersebut. Namun, dari analisa sementara, sumber api diduga berasal dari tumpukan sampah di belakang kios jok.

“Kondisi lalu lintas memang sempat macet karena kejadian di dekat Jalan Lintas Padang-Bukittinggi. Namun tidak berlangsung lama, karena kapolres langsung mengerahkan personel untuk melancarkan kembali lalu lintas,” katanya.

Meskipun menelan kerugian ratusan juta, imbuh Emel, beruntung peristiwa itu tidak menimbulkan korban jiwa. “Kami mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dengan segala hal yang berisiko terjadinya kebakaran,” pungkas Emel. (da.)

  • Bagikan