DAU dan DID Payakumbuh Dipangkas Buat Pemko Kelabakan

  • Bagikan
Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, mengaku kaget mendapat kabar berkurangnya jumlah DAU dan DID Payakumbuh yang akan diterima tahun 2021 mendatang. (Foto: Istimewa)

Payakumbuh | Datiak.com – Pemko Payakumbuh kini sedang kelabakan. Penyebabnya, Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Insentif Daerah (DID) yang akan diterimanya tahun 2021, diperkirakan berkurang sekitar Rp 101 miliar. Padahal, dalam nota KUA PPAS APBD 2021 yang sudah disampaikan kepada DPRD sejak Agustus lalu, DAU dan DID Payakumbuh tahun anggaran 2021 diprediksi lebih besar dari tahun 2020.

Sayangnya, perkiraan ini meleset karena Kementerian Keuangan mengeluarkan kebijakan yang diduga kurang populer dengan memangkas alokasi DAU dan DID untuk seluruh provinsi, kabupaten dan kota di Indonesia, termasuk Payakumbuh.

Wali Kota Payakumbuh, Riza Falepi, mengaku cukup kaget dengan berkurangnya jumlah DAU dan DID Payakumbuh yang akan diterima tahun 2021 mendatang. Terlebih nilainya mencapai Rp 101 miliar. “Namun kita maklum karena ini (pemangkasan DAU dan DID, Red) semua akibat Covid-19,” kata Riza yang didampingi Sekdako Rida Ananda, Kepala Bakeuda Syafwal, serta Kepala Bappeda Ifon Satria Chan.

BACA JUGA:  Penduduk Miskin di Padang Bertambah 144 Ribu Jiwa

Berdasarkan hitung-hitungan Pemko Payakumbuh, jumlah DAU yang akan diterima kota berpenduduk sekitar 130 ribu jiwa ini pada tahun 2021 mendatang adalah sebesar Rp 427,51 miliar. Sedangkan DID yang akan diterima Payakumbuh tahun depan cuma Rp 17,69 miliar dan Dana Bagi Hasil (DBH) cuma Rp 10,23 miliar. Jika ditotal, jumlah ketiga baru Rp 455,43 miliar.

Sedangkan jumlah Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Non Fisik yang akan diterima Payakumbuh dari pusat tahun 2021, belum diketahui secara pasti. Namun, diperkirakan juga akan ikut berkurangakibat Covid-19. Seandainya, Payakumbuh dapat DAK Fisik dan Non Fisik tahun depan sebesar Rp 50 miliar, maka jumlahnya baru Rp 505,43 miliar.

Kalau pun ditambah dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang biasanya bisa diperoleh Payakumbuh sekitar Rp 98,50 miliar, APBD Payakumbuh tahun 2021 diperkirakan hanya berada pada angka sekitar Rp 600 miliar. Padahal, pada tahun 2020 ini APBD Payakumbuh setelah mengalami perubahan menembus angka Rp 707,75 miliar.

BACA JUGA:  ACT dan MRI Bantu Surau Al Mu'min yang Diacak-acak

Tentu saja, kondisi ini membuat Pemko Payakumbuh menjadi kelabakan. Dampaknya, perencanaan seluruh perangkat daerah yang sudah tertuang dalam Renja atau Rencana Kerja 2021 terpaksa direvisi ulang. ”Kita harus memangkas dana semua perangkat daerah. Total yang akan dipangkas itu lebih kurang Rp100 miliar,” kata Riza Falepi.

Dengan berat hati, Riza Falepi bersama Rida Ananda, Syafwal dan Ifon Satria Chan menyebut, bahwa Pemko Payakumbuh akan memangkas angka-angka yang berhubungan dengan belanja pegawai. Seperti uang perjalanan dinas terpotong 35 persen. Begitu pula dengan TPP (Tambahaan Penghasilan Pegawai) dan pengadaan ASN. Bakan, anggaran pengadaan kendaran dinas, meubiler, dan komputer kantor yang sudah tertuang dalam Renja, juga akan dihapus.

Sementara itu, sejumlah proyek fisik yang direncanakan akan dikerjakan di Payakumbuh pada tahun 2021 mendatang, juga terpaksa ditangguhkan akibat minimnya dana transfer daerah yang diterima Payakumbuh. Bahkan, kemungkinan besar anggaran di DPRD Payakumbuh juga ikut dipangkas. Ini harus dilakukan, agar pemerintahan dapat berjalan lancar dan pemulihan ekonomi masyarakat saat pandemi dapat dilakukan.

BACA JUGA:  Pesona Alam Nagari Anduring di Kecamatan 2x11 Kayu Tanam

”Dengan kondisi DAU dan DID yang berkurang pada tahun 2021, anggaran di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tentu akan dikurangi. Tapi yang jelas, nantinya, hal ini (pergeseran anggaran, Red), tentu  tahapannya harus disetujui dulu oleh DPRD. Sekarangkan masih dalam proses pembahasan,” ujar Rida Ananda.

Rida menyebut, meski ada anggaran yang akan dipangkas untuk tahun depan, namun beberapa program yang berkaitan dengan pemulihan ekonomi masih akan berlangsung. Seperti pembangunan jalan, drainase, dan pengairan. “Intinya, belanja pada 2021 direncanakan akan fokus atau lebih diarahkan kepada masyarakat. Bagaimana dapat kembali memulihkan ekonomi masyarakat,” kata Rida Ananda. (da.)

  • Bagikan