Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Cuaca Ekstrim di Sumbar Bisa Picu Gelombang 6 Meter di Laut

  • Bagikan
cuaca ekstrim di Sumbar membuat KM Ambu Ambu menunda berlajar dari Mentawai ke Padang
KM Ambu Ambu yang kini berada di pelabuhan Tuapejat, Kepulauan Mentawai, menunda berlayar karena kondisi cuaca yang ekstrim. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Cuaca ekstrim di Sumbar membuat sejumlah kapal penumpang dari dan menuju Kepulauan Mentawai batal berlayar. Pasalnya, cuaca yang ekstrim membuat gelombang laut menjadi besar. Informasi yang diterima Datiak.com, dua kapal memutuskan batal berlayar, Senin (12/7/2021).

Kapal pertama yang dikabarkan batal berlayar yaitu Mentawai Fast. Kapal cepat tersebut sudah sempat bertolak dari pelabuhannya di Muara Padang, Senin pagi (12/7/2021). Namun sekitar 30 menit perjalanan, kapten kapal memutuskan kembali ke Muara Padang. Keputusan itu diambil oleh Sang Kapten Mentawai Fast, lantaran kondisi gelombang laut yang ekstrim.

Sedangkan kapal lainnya yang mengurungkan niat berlayar karena cuaca ekstrim di Sumbar yaitu KM Ambu Ambu. Kapal milik ASDP tersebut sekarang sedang berada di Tuapejat, Kepulauan Mentawai. Harusnya, KM Ambu Ambu berlayar menuju Kota Padang, Senin malam (12/7/2021). Namun kondisi cuaca yang masih ekstrim, membuat kaptennya memutuskan menunda keberangkatan.

Informasi yang diterima Datiak.com, KM Ambu Ambu berencana memulai berlayar ke Kota Padang, Selasa (13/7/2021) sekitar pukul 04.00 WIB. Hal itu jika kondisi cuaca ekstrim di Sumbar dianggap sudah reda atau membaik. “Semoga besok pagi cuaca membaik. Jadi perjalanan bisa dilakukan,” kata Kapten KMP Ambu Ambu Zulkarnaen.

Perkiraan Gelombang Laut Dampak Cuaca Ekstrim di Sumbar

Berdasarkan keterangan resmi BMKG Maritim Teluk Bayur, prakiraan kondisi cuaca untuk 12 Juli 2021 pukul 19.00 sampai tanggal 13 Juli 2021 jam 07.00, masyarakat perlu mewaspadai potensi gelombang dengan ketinggian 1.5 – 2.5 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Barat Sumatera Barat, Perairan Timur Kepukauan Mentawai.

Kemudian mewaspadai potensi gelombang dengan ketinggian 2.00 – 3.50 meter berpeluang terjadi di wilayah Perairan Utara Siberut, Perairan Bengkulu, dan Perairan Timur Enggano. Selanjutnya, potensi gelombang dengan ketinggian 3.00 – 6.00 meter, berpeluang terjadi di wilayah Perairan Barat Kepulauan Mentawai, Samudera Hindia Barat Kepulauan Mentawai, dan Samudera Hindia Barat Bengkulu. BMKG pun meminta nelayan dan masyarakat harap memperhatikan resiko tinggi terjadinya gelombang laut. (da.)


Temukan berita Mentawai hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan