CPNS dan P3K di Mentawai Dilantik, yang Minta Pindah Disanksi Berat

  • Bagikan
pelantikan CPNS dan P3K di Mentawai
Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, saat melantik CPNS dan P3K di Mentawai, Selasa (19/4). (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – CPNS dan P3K di Mentawai yang berhasil lulus seleksi tahun lalu akhirnya dilantik oleh Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai, Yudas Sabaggalet, pada Selasa (19/4). Yudas pun menyampaikan pesan mendalam untuk para ASN yang baru mendapatkan legalitas dari negara tersebut.

“Peran saudara-saudari itu sangat dibutuhkan masyarakat kita yang ada di daerah pedalaman. Misalnya masyarakat di desa-desa. Mari kita sama -sama ikut serta membangun Bumi Sikerei ini dengan baik,” pesan Yudas dalam sambutannya.

Menurutnya, mayoritas CPNS dan P3K di Mentawai yang dilantik tersebut, adalah kalangan guru dan tenaga kesehatan. Profesi itu sangat dibutuhkan di tengah-tengah masyarakat. Jadi, mereka harus benar-benar serius mengayomi dan menyalani.

“Berikan pelayanan dan pemahaman yang baik kepada masyarakat kita,” pesan bupati yang akan mengakhiri masa jabatannya pada Mei 2022 ini, didampingi Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake.

Wujud keseriusan itu, sambungnya, salah satunya dapat dibuktikan dengan kecintaan dan betah menjalankan tugas di Kepulauan Mentawai. Artinya, jangan sampai yang dipikirkan itu cara bagaimana pindah keluar dari Mentawai.

“Kalau mau mintak pindah, itu artinya saudara-saudari memintak berhenti bekerja. Jangan sampai ke sana-kemari mencari dukungan untuk bisa pindah,” tegas Yudas.

Menambahkan, Sekdakab Mentawai Martinus Dahlan juga menegaskan kepada CPNS dan P3K di Mentawai yang baru dilantik itu, agar fokus saja pada pekerjaan di tempat mereka bertugas.

“Kalau ada yang meminta pindah belum tiba masanya, kita akan tindak tegas, antara diberhentikan atau tidak naik pangkat,” tegasnya.

Ia juga mengatakan, kondisi tenaga pegawai yang masih kekurangan,yang saat ini masih di bantu oleh tenaga kontrak, terutama tenaga guru.

“Tahun 2022 ini, tenaga kontrak ditiadakan lagi. Itu sesuai aturan pemerintah dan UUD. Nantiknya, secara bertahap akan diatur. Makanya, mulai sekarang dilakukan penghapusan tenaga kontrak,” katanya.

Ia berharap, untuk menggantikan tenaga kontrak saat ini, akan ada kebjikan dari pemerintah untuk membuka formasi baru melalui perekrutan P3K.

Seperti diketahui, pelantikan yang dilakukan Bupati Mentawai adalah pelantikan kelompok kedua. Sebab, pelantikan kelompok pertama dilaksanakan oleh Wakil Bupati Mentawai pada Selasa pagi (19/4). (da.)


Baca berita Kepulauan Mentawai hari ini di Datiak.com.

  • Bagikan