Corona Menakutkan, Mabuk-mabuk dan Wanita Menyenangkan

  • Bagikan
Para remaja yang terjaring razian pembatasan jam malam ketika sampai di Mako SatpolPP Padang untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. (Foto: SatpolPP Padang)

Padang – Tidak ada kapoknya. Sejumlah remaja masih saja bertingkah nakal saat pandemi covid-19 ini. Remaja yang berkeliaran malam hingga diduga hendak berbuat mesum, masih saja ditemukan di sejumlah daerah di Sumatera Barat ini. Mereka seakan tidak takut terpapar virus corona tersebut.

Contohnya di Kota Padang, Satuan Polisi Pamong Praja (SatpolPP) masih menemukan banyak remaja berkeliaran saat razia pembatasan jam malam. Padahal, Ibu Kota Provinsi Sumbar itu, palingbanyak kasus positif virus coronanya di Sumbar.

Senin (13/4) malam, sebanyak 22 orang remaja yang diamankan pasukan penegak peraturan daerah tersebut. Para remaja itu terjaring saat razia di Pondok, Pasar Raya, dan Permindo Padang.

Parahnya, 4 orang di antaranya adalah remaja perempuan. Tidak hanya itu, beberapa orang remaja diketahui usai meminum alkohol dan mengisap lem.

Kasatpol PP Kota Padang, Alfiadi membenarkan hal itu. Sekarang, katanya remaja tersebut sudah diamankan di Mako PolPP Padang.

“Sekarang mereka dalam pendataan. Jumlahnya 22 orang. 18 orang laki-laki, 4 orang lainnya perempuan,” ujar Alfiadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (14/4).

“Setelah pendataan, kami akan memberikan pembinaan kepada mereka. Orangtuanya juga dipanggil sebagai jaminan bagi mereka yang akan dilepas pulang ke rumah,” lanjutnya.

Dua hari sebelumnya, Minggu (12/4), SatpolPP Padang juga mengamankan remaja yang masih keluar malam di Kota Padang. Jumlahnya sebanyak 21 orang. Mereka kedapatan berkeliaran di kawasan Imam Bonjol, Jalan Bundo Kanduang, dan Jalan Samudera Padang.

Bahkan, SatpolPP Padang mengambil tindakan tegas terhadap 14 orang di antaranya. Yakni dengan mengirim mereka ke Lembaga Pembinaan Rehat Sosial di Aie Dingin, Kota Padang.

Diduga Mesum

Sedangkan pada Jumat (10/4) lalu, sebanyak dua pasang remaja harus berurusan di Mako SatpolPP Padang. Yakni JS dan AT serta IW dan AA. Sebab, mereka kedapatan oleh warga sedang di dalam kamar indekosnya.

“Warga menyerahkan mereka kepada kami, karena kedapatan berduaan di dalam kamar kos. Sedangkan mereka bukan suami-istri,” kata Alfiadi.

remaja yang diduga berbuat mesum di indekosnya di padang
Petugas SatpolPP Padang ketika mengamankan remaja yang diduga mesum di indekosnya. (Foto: SatpolPP Padang)

Keempat remaja tersebut diketahui adalah mahasiswa yang kuliah di Kota Padang. Mereka mengaku berasal dari Kabupaten Kepulauan Mentawaidan Pesisir Selatan. Untuk bisa keluar dari Mako SatpolPP tersebut, keempat orang remaja itu harus mendatangkan orangtuanya terlebih dahulu.

Dipaksa Nikah

Perbuatan dugaan mesum oleh kalangan remaja juga kedapatan di Kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padangpariaman. Sepasang remaja tersebut tertangkap saat berada di dalam kamar salah satu wiswa di sana, Minggu (12/4).

dua remaja kedapatan mesum di salah satu wiswa di lubuk alung
Penyidik SatpolPP Padangpariaman saat memintai keterangan dari SU dan S yang diamankan dari salah satu wisma di Lubuk Alung karena diduga berbuat mesum. (Foto: Facebook)

Sehingga, remaja berinisial SU dan S itu diangkut ke Mako SatpolPP Padangpariaman yang juga berada di Lubuk Alung. Hanya saja, dalam penyelesaian masalahnya tersebut, tidak cukup dengan keputusan pihak SatpolPP. Warga meminta SU dan S turut diangkut ke pihak Jorong, agar diberi sanksi adat.

“Untuk proses lebih lanjut kami akan menyerahkan mereka kepada orangtuanya masing-masing, sehingga mereka secepatnya dinikahkan saja karena statunya yang masih sama-sama single,” Kasi Penyelidikan dan Penyidikan SatpolPP dan Damkar Padangpariaman, Firmansyah. (da.)

  • Bagikan