Kamis, 22 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Bus Pariwisata yang Bawa 25 Mahasiswa UNP Terbalik di Agam

Bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP terbalik di di kawasan Gasankaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Agam, Jumat (25/3). (Foto: Polres Agam)
566 pembaca

Agam | Datiak.com – Bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP (Universitas Negeri Padang) terbalik di jalan lintas Padang-Pasaman, Jumat (25/3). Tepatnya di kawasan Gasankaciak, Nagari Tiku Selatan, Kecamatan Tanjungmutiara, Agam. Belasan penumpang dilaporkan mengalami luka-luka akibat musibah itu.

Informasi yang dihimpun, kecelakaan tunggal tersebut terjadi sekitar pukul 10.50 WIB. Bus mengalami kecelakaan diduga karena sopir dalam kondisi kelelahan saat mengemudi. Bus tersebut membawa rombongan mahasiswa UNP dan dosennya.

“Tidak ada korban jiwa akibat musibah (terbaliknya bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP dan dosennya, Red) ini. Hanya saja, banyak yang mengalami luka-luka,” kata Kasat Lantas Polres Agam, Iptu Apriman Sural.

Bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP beserta dosennya tersebut, imbuhnya, hendak menuju Pasaman Barat. Bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP itu, bernomor polisi BA 7034 WU. Bus jenis jenis Mitsubishi Cunter tersebut dikemudi oleh Roni (38 tahun), warga Bukittinggi.

“Kejadian berawal ketika bus melaju dari arah Sungailimau menuju Tiku. Kendaraan itu kehilangan kendali sesampainya di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan keluar jalur. Bus kemudian rebah kuda di halaman rumah warga yang sedikit berada di bawah badan jalan,” paparnya.

”Sebelum terbalik, bus sempat menabrak pohon kelapa dan terhenti di tiang listrik. Bus terjungkal di halaman rumah warga yang berada sedalam dua meter dari badan jalan,” imbuh Kasat.

Pasca kejadian, aparat kepolisian bersama warga sekitar dan pengguna jalan turun kelokasi kejadian untuk membantu mengevakuasi para korban. Akibat kejadian itu, sebanyak 13 orang penumpang terdiri dari 6 perempuan dan 7 laki-laki dikabarkan mengalami luka-luka.

Para korban tersebut dibawa ke Puskesmas Tiku. “Dari laporan yang kami terima, sebanyak 4 korban luka di antaranya, dirujuk petugas medis ke RSUD Lubukbasung,” sambungnya.

Hasil penyelidikan sementara, imbuhnya, kecelakaan diduga itu terjadi karena sopir bus pariwisata yang bawa 25 mahasiswa UNP itu dalam kondisi kelelahan saat mengemudi. ”Diduga karena kelelahan, sehingga laju kendaraan tidak terkendali,” sebutnya.

Saat ini, pihaknya masih mendalami penyebab kecelakaan dan berupaya mengevakuasi bangkai bus yang ringsek pascakejadian nahas itu. ”Masih diselidiki lebih lanjut, untuk bus sudah diamankan. Namun, masih di lokasi dan belum dieva kuasi,” tutupnya.

Informasi yang dikumpulkan, diketahui puluhan mahasiswa penumpang bus nahas itu terdata akan melakukan Kuliah Kerja Lapangan (KKL) ke Nagari Kajai, Kecamatan Talamau, Pasaman Barat. Mereka berasal dari Prodi Geografi UNP.

Sebagian besar korban sudah dibawa pihak kampus kembali ke Padang. Namun, belum semuanya, menyusul masih ada beberapa orang yang dirawat di rumah sakit yang masih membutuhkan perawatan.

Tanggung Pengobatan

Rektor UNP Prof Ganefri memastikan kampus siap menanggung seluruh pengobatan atas musibah itu. ”Bagaimanapun ini musibah yang sama sekali tidak bisa kita perkirakan. Pihak kampus juga sudah bertanggung jawab penuh untuk seluruh pengobatan,” tuturnya.

Katanya, beberapa mahasiswa sedang dirawat di rumah sakit. 2 mahasiswa luka agak parah. Satu orang sudah selesai dioperasi, dan satunya lagi sedang masa perawatan. ”Kita sebagai manusia tidak bisa mengantisipasi. Karena, niatnya anak-anak kita untuk KKL di daerah mitigasi gempa,” katanya.

Dia memohon doa untuk kesembuhan seluruh mahasiswa yang menjadi korban kecelakaan tersebut. (da.)


Baca berita Agam hari ini di Datiak.com.