Rabu, 21 Februari 2024

Datiak.com

Berita Sumbar Terbaru Hari Ini dan Info Terkini

Bupati Pasbar Minta PT Berkat Sawit Sejahtera Tanggung Jawab

Bupati Pasbar saat melihat pipa saluran limbah di pabrik PT Berkat Sawit Sejahtera. (Foto: Diskominfo Pasbar)
1140 pembaca

Pasaman Barat | Datiak.com – Bupati Pasbar (Pasaman Barat) Hamsuardi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke pabrik PT Berkat Sawit Sejahtera (BSS), Senin (2/8/2021). Sebab, ia mendapat laporan dugaan pencemaran air sungai karena limbah PT BSS.

Dugaan pencemaran lingkungan itu, dilaporkan masyarakat karena penampungan limbah pabrik sawit PT Berkat Sawit Sejahtera bocor dan melimpah ke sungai. Akibatnya, air sungai Batang Alin, Nagari Muara Kiawai, Kecamatan Gunung Tuleh yang tercemari, membuat habitat di dalamnya banyak yang mati.



Kedatangan Bupati Pasbar dan jajaran ke lokasi pabrik sawit tersebut, langsung disambut pihak perusahaan PT Berkat Sawit Sejahtera. Hamsuardi pun langsung mempertanyakan kenapa ada limbah yang bocor dan banyak ikan mati di sungai.

Awalnya, pihak perusahaan PT BSS mengelak air sungai tercemari oleh limbah pabriknya. Hanya saja, sebagian tim melihat ke lokasi kolam yang diduga mengalami kebocoran. Sehingga, pihak perusahaan PT BSS langsung mengakui memang ada pipa yang bocor dan kini tengah diperbaiki.

“Saya dapat laporan dari masyarakat, LSM termasuk ada pemberitaan dari media, bahwa pabrik kelapa sawit PT BSS membuang limbah ke aliran sungai. Akibatnya terjadi pencemaran lingkungan dan meresahkan masyarakat,” kata Bupati Pasbar saat meninjau langsung lokasi limbah PT BSS di Simpang Tigo Alin.

Menurutnya, seharusnya kalau ada limbah yang bocor perusahaan yang harus membuat laporan ke pemerintah daerah. Bukan masyarakat yang langsung melapor kepada Hamsuardi. Dengan adanya laporan langsung dari masyarakat, bupati bersama tim lainnya turun langsung ke lokasi pabrik sawit PT Berkat Sawit Sejahtera.

Setelah turun langsung ke lokasi, Hamsuardi mengakui ada dugaan kuat limbah pabrik sawit yang ada dalam kolam itu melimpah ke sungai yang tidak jauh dari lokasi tersebut. Karena kelalaian perusahaan, maka diminta agar bertanggung jawab atas pencemaran lingkungan itu.




“Saya bersama tim yang ikut ke lokasi sudah melihat langsung kolam limbah itu. Dugaan kita memang ada pipa atau kolam yang berisi limbah meluap ke sungai. Jadi dugaan kita akibat limbah bocor inilah terjadi pencemaran lingkungan, termasuk laporan masyarakat ada ikan mati di sungai,” tegas Hamsuardi.

Dengan adanya temuan itu, ia langsung meminta instansi terkait membuat laporan guna menindaklanjuti kejadian tersebut sesuai aturan yang berlaku. Bila perlu, lanjutnya, lantaran sudah meresahkan masyarakat, perusahaan yang diduga lalai mengelola limbah, diberi sanksi penutupan atau disegel.

“Kalau perusahaan itu masih bandel atau tidak mematuhi aturan yang berlaku serta tidak menuntaskan persoalan ini dalam waktu dekat, maka akan ditutup perusahaan tersebut,” tegasnya.

Penjelasan Pihak PT Berkat Sawit Sejahtera kepada Bupati Pasbar

Sementara itu, Humas PT Berkat Sawit Sejahtera Marjohan membantah perusahaan disebut membuang limbah dengan sengaja ke aliran sungai. Katanya, limbah yang mengalir ke sungai disebabkan adanya kebocoran pipa aliran limbah. Saat ini, pipa itu masih dalam perbaikan.

“Kita mengakui limbah perusahaan bocor ke aliran sungai, tapi kita membantah kalau perusahaan dengan sengaja membuang limbah ke sungai,” kata kepada Bupati Pasbar.

Untuk itu, imbuhnya, pihak perusahaan PT Berkat Sawit Sejahtera akan bertanggung jawab untuk mengganti kerugiannya yang dialami masyarakat. Salah satunya mengenai ikan yang mati, pasca tercemarinya aliran sungai tersebut. 

Usai sidak di PT BSS, rombongan Bupati Pasbar juga mendatangi PT AWL yang tidak jauh dari lokasi PT BSS. Pasalnya, juga ada laporan bahwa keberadaan pabrik PT AWL diduga telah meresahkan masyarakat sekitar. Hal itu lantaran beberapa hari belakangan ada kebakaran janjangan kosong sawit. (da.)


Temukan berita Pasaman Barat hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

Avatar photo