BNN Sumbar Sita Ekstasi dan Sabu, Temukan Bos Ganja

  • Bagikan
Kepala BNN Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin saat memperlihatkan pil ekstasi yang diamankan pihaknya dari penangkapan di Limapuluh Kota. (Foto: Istimewa)

Padang | Datiak.com – Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumbar membongkar kasus peredaran narkoba lintas provinsi, dalam rentang waktu Juli hingga Agustus. Penangkapan yang dilakukan BNN Sumbar di dua kabupaten itu, berhasil mengamankan narkoba jenis ekstasi, sabu-sabu dan ganja.

Kasus narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu terungkap di Limapuluh Kota. Sedangkan penyimpanan ganja dibongkarnya di Sijunjung. Dari pengungkapan barang haram tersebut, BNN Sumbar menyita barang bukti 200 butir pil ekstasi, paket sabu-sabu seberat 198,28 gram, dan ganja seberat 53,1 kilogram.

Kepala BNN Provinsi Sumbar Brigjen Pol Khasril Arifin mengatakan, penangkapan pelaku peredaran gelap narkoba jenis ekstasi dan sabu-sabu, dilakukan di Jembatan Kelok Sembilan Nagari Hulu Air, Kecamatan Harau, Rabu (29/7) sekitar pukul 03.00 WIB. Petugasnya mengamankan seorang pelaku berinisial TPD (38 tahun), warga Kampung Berok, Kelurahan Pampangan Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Kota Padang.

BACA JUGA:  Anggaran Covid-19 di Sumbar Dipertanyakan, PMII bakal Turun ke Jalan

Dari tangan tersangka, petugas berhasil mengamankan barang bukti paket narkotika jenis ekstasi dan sabu-sabu. Yakni pil ekstasi merek Hulk 100 butir, 100 butir ekstasi merek Marvel, dan 198,28 gram narkoba jenis sabu-sabu.

“Tersangka TPD ini mengaku bahwa dirinya berperan sebagai kurir. Ia membawa ekstasi dan sabu-sabu ini dari Pekanbaru, untuk diantarkan ke Padang. Sebagai imbalan, ia diberi upah Rp 3 juta,” kata Khasril, Selasa (29/9).

Kendati begitu, lanjutnya, tersangka TPD tetap terancam dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 112 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Jaringan Pengedar Ganja

Sedangkan kasus narkoba jenis ganja di Sijunjung, ditemukan pihaknya di Jorong Sumpadang, Nagari Palaluar, Kecamatan Koto VII, Rabu (5/8) sekitar pukul 22.30 WIB. Tiga orang diamankan dalam kasus tersebut. Yakni JI (28 tahun), warga Kecamatan Kamang Baru, Sijunjung, lalu EAK (30), warga Jawi-jawi Jorong Pasa Tiku, Kecamatan Tanjung Mutiara, Agam, dan IS (28 tahun) yang juga warga Tanjung Mutiara, Agam.

BACA JUGA:  Saksi Dugaan Korupsi Lapangan Merdeka Kota Solok Diminta Jujur

“Ketiga tersangka ini kita ringkus di tiga tempat berbeda. Pertama tersangka JI, diamankan di Jorong Sumpadang sekitar pukul 22.30 WIB. Petugas pun berhasil menemukan 22 paket ganja kering yang diangkut tersangka menggunakan sepeda motor,” ungkapnya.

Ganja itu, imbuhnya, ternyata hendak diantarkan JI kepada EAK. Setelah diselidiki oleh pihaknya, EAK berhasil diamankan di Simpang Tiga Terminal Kiliranjao, Jalan Lintas Sumatera, Nagari Muaro Takung, Kecamatan Kamang Baru, sekitar pukul 01.45 WIB.

“Dari tersangka EAK inilah terungkap tempat penyimpanan ganja di Simpang Bukit, Nagari Bukik Batabuh, Kecamatan Canduang, Agam. Di sana, petugas menemukan 36 paket ganja kering,” ungkapnya.

Melihat banyaknya barang haram tersebut, petugasnya kembali mengintrogasi JI dan EAK. Hasilnya, terungkaplah nama IS, seorang nara pidana (napi) di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Pariaman. IS diduga otak dari peredaran narkoba jenis ganja tersebut. Sehingga, IS turut diamankan oleh pihaknya.

BACA JUGA:  ZI Kejar-kejaran di Loteng dengan Polisi

“Dari hasil penangkapan kasus ganja ini, kita mengamankan sebanyak 58 paket ganja dengan berat 53,100 gram. Ganja itu diduga berasal dari Panyabungan, Provinsi Sumatra Utara,” kata Khasril.

Atas perbuatannya, tambah Khasril, tersangka JI dan IS terancam dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) jo Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 20 tahun penjara. Sedangkan EAK terancam dihukum dengan Pasal 111 Ayat (2) jo Pasal 132 Ayat (1) UU No. 35 Tahun 2009, dengan ancaman kurungan juga 20 tahun. (da.)

  • Bagikan