Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

BLUD di RSUD Mentawai Disepakati Pemkab dan DPRD

  • Bagikan
BLUD di RSUD Mentawai
Gerbang masuk RSUD Mentawai. (Foto: Sabarial/Datiak.com)

Mentawai | Datiak.com – Pembentukan BLUD di RSUD Mentawai disepakati oleh Pemerintah dan DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai. Harapannya, Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) dapat meningkatkan layanan kesehatan dan RSUD menjadi lebih fleksibel, efektif dan efisien dalam memberikan pelayanan.

Ketua Komisi II DPRD Kepulauan Mentawai, Juniarman, mengatakan bahwa tujuan merubah nomenklatur RSUD menjadi BLUD tidak untuk meningkatkan layanan kesehatan. Selama ini, untuk pengadaan obat mesti menunggu perubahan anggaran.

“Nah, nantinya dengan berubah menjadi BLUD di RSUD Mentawai bisa menggarkan langsung kebutuhan obat dari anggaran atau pendapatan yang ada, tanpa harus menunggu anggaran perubahan. Dengan begini, layanan kesehatan akan menjadi optimal,” ungkapnya.

Menurutnya, regulasi terkait BLUD tersebut, katanya sudah diatur dalam Permendagri Nomor 61 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan BLUD. Sebab, BLUD merupakan satuan perangkat kerja daerah, atau unit kerja di lingkungan pemkab, untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat berupa penyediaan barang atau jasa yang dijual tanpa mengutamakan keuntungan.

BACA JUGA:  Diduga Ada Penyebaran Lokal, Pasien Klaster Perkantoran Bertambah

“Prinsipnya, dalam melakukan kegiatannya didasarkan pada prinsip efisiensi dan produktivitas. Tujuan BLUD di RSUD Mentawai, bagaimana pelayanan kesehatan kepada masyarakat terus meningkat,” katanya.

Keuntungan Penerapan BLUD di RSUD Mentawai

Juniarman turut memperhatikan soal layanan rumah sakit yang masih dihadapkan dengan kondisi sulitnya mempercepat pengadaan obat. Sehingga, saat terjadi kelangkaan obat, rumah sakit harus terlebih menunggu anggaran perubahan.

“Nah, dengan mekanisme BLUD di RSUD Mentawai bisa langsung mengadakan obat dengan anggaran yang ada atau pendapatan yang ada, tanpa harus menunggu perubahan,” hematnya lagi.

Nantinya, imbuh Juniarman, BLUD tersebut akan diatur melalui keputusan dan peraturan bupati. “BLUD ini akan membuat RSUD ibarat mobil ambulance. Di saat lampu merah dia tidak perlu berhenti dan tetap jalan. Bahkan, dia bisa masuk di jalan berlawanan arah,” tukasnya.

BACA JUGA:  Apa Pentingnya Pemilihan Duta Genre di Padangpariaman?

Direktur RSUD Mentawai Jimi Ambarita, membenarkan soal kesepakatan pembentukan BLUD di RSUD Mentawai. Saat ini, RSUD sedang memasuki tahap penilaian. Namun, dia belum menjelaskan secara rinci tahap menuju BLUD tersebut.

“Sekarang, sedang memasuki tahap penilaian. Secara detailnya, bisa ditanyakan langsung ke tenaga ahli di kantor perizinan,” ungkapnya. (da.)


Temukan berita Mentawai hari ini dan berita Sumbar terkini di Datiak.com.

  • Bagikan