Iklan Melayang
Iklan Melayang

Bidik 16 Emas PON, Pemprov Sumbar Sudah Siapkan Dana Rp 20 miliar

  • Bagikan
Suasana Rapat Anggota/Rapat Kerja KONI Sumbar di Padangpanjang, Senin (21/12). Dalam rapat itu, Pemprov Sumbar mendorong kontingen Ranah Minang untuk bidik 16 emas PON Pupua. (Foto: Humas)
banner 468x60

Padangpanjang | Datiak.com – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Barat (Sumbar) bidik 16 emas PON Papua yang rencananya dilaksanakan 2-15 Oktober 2021. Target tersebut melebihi 2 emas dari perolehan prestasi 14 emas, 10 perak dan 20 perunggu pada PON Jawa Barat empat tahun silam.

Pemprov Sumbar pun tampaknya sangat serius memasang target untuk bidik 16 emas PON tahun depan. Buktinya, anggaran Rp 20 miliar dari APBD Sumbar 2021 sudah dipersiapkan untuk kontingen Ranah Minang. Anggaran itu nantinya digunakan untuk training camp (TC) atlet serta keberangkatkan kontingen ke pesta olahraga tertinggi di Tanah Air tersebut.

banner 336x280

“Memang ini adalah target yang berat, jadi ini butuh persiapan maksimal baik di KONI dan Pengprov serta unsur terkait,” ujar Kadispora Sumbar Bustavidia saat membuka Rapat Anggota/Rapat Kerja KONI Sumbar di Padangpanjang, Senin (21/12).

Respon Ketua KONI Sumbar

Ketua Umum (Ketum) KONI Sumbar, Syaiful, menilai target yang diberikan Pemprov Sumbar sangat berat. Untuk itu, menurutnya butuh sinergi antara KONI Sumbar dengan KONI se-kabupaten dan kota, pengprov cabang olahraga serta pelaku olahraga terkait di Sumbar.

Selain atlet yang lolos PON telah menjalani TC sejak Febuari lalu, untuk mencapai target tersebut KONI Sumbar menggelar Rapat Anggota/Rapat Kerja bersama KONI se-Sumbar dan seluruh pengprov cabang olahraga. Dalam Rapat Anggota/Rapat Kerja itu, mereka membahas tiga agenda. Pertama menyangkut penyatuan tekad dalam hal persiapan kontingen menunju PON 2021.

“Sebenarnya kami sudah mulai melakukan persiapan PON sejak Febuari 2020. Tapi karena pandemi Covid-19, PON diundur 2021. Namun ini tidak mengurangi semangat kami sepanjang kita bersatu untuk mengangkat prestasi Sumbar menjadi lebih baik,” ungkap Syaiful.

Kedua, menyangkut persiapan Porprov. Kalau seandainya 2021 pandemi Covid-19 sudah melandai, tidak tertutup kemungkinan event tersebut dapat dilaksanakan. Tapi itu tergantung kesiapan kabupaten/kota yang akan melaksanakan. Sedangkan agenda ketiganya terkait Musyorprov KONI Sumbar.

Menambahkan, Wakil Ketua I Bidang Organisasi KONI Pusat, Eman Sumusi menyebut, sepanjang ada hubungan yang harmonis antara KONI provinsi dengan KONI kabupaten dan kota, pengprov cabor serta stakeholder terkait, target yang diemban itu bisa tercapai. Menurutnya, langkah KONI Sumbar melaksanakan Rapat Anggota/Rapat Kerja tersebut sudah sangat tepat.

“Forum ini penting dalam menetapkan pokok-pokok kebijakan terutama dalam persiapan menghadapi PON 2021 pada 2-15 Desember mendatang,” hemat Eman Samusi.

Saat ini, katanya KONI Pusat sedang mengusulkan revisi Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional (SKN) ke DPR RI. Sehingga, KONI bisa berperan dalam pembinaan prestasi di tingkat internasional. Selain itu, perlu harmonisasi antara Kemenpora dengan KONI pusat, terutama terkait anggaran.

“Jadi tetap jaga kekompakan dan soliditas dalam organisasi, dan juga jaga hubungan baik dengan pihak terkait dalam pembinaan prestasi,” ungkap Eman Sanusi.

Untuk itu, ia memberikan dukungan penuh kepada pelaku olahraga Sumbar dalam mencapai prestasi. Yakni meningkatkan capaianb emas PON yang sebelumnya 14 emas menjadi 16 emas di PON Papua nanti. Hanya saja, tentunya perlu persiapan program kerja untuk pencapaian peningkatan prestasi yang lebih baik.

Sarankan Undur Porprov Sumbar

Sebagai tuan rumah Rapat Anggota/Rapat Kerja KONI Sumbar, .Wakil Wali Kota Padangpanjang Asrul mengusulkan pengunduran pelaksanaan Porprov XVI. Ia berharap Porprov Sumbar yang diagendakan 2022 mendatang diundur ke tahun 2023. Pertimbangannya karena kondisi pandemi yang masih melanda daerah.

“Padangpanjang dan Tanahdatar memang sudah disetujui untuk jadi tuan rumah (Porprov XVI, Red). Namun kami sedikit kewalahan dalam persiapan Porprov. Untuk itu, kami meminta agar ini ditunda pelaksanaanya ke 2023,” sebut Asrul.

Asrul mengungkapkan bahwa 2020 pihaknya telah menganggarkan pembelian tanah untuk membangun sport center. Namun karena keterbatasan anggaran, baru akhir tahun ini selesai pembebasan lahannya. Sedangkan untuk pembangunan yang direncanakan 2021, pihaknya kewalahan dalam mempersiapan APBD Kota Padangpanjang yang kini juga dalam keterbatasan.

Pada pelaksanaan Rapat Anggota/Rapat Kerja KONI Sumbar diikuti seluruh KONI kabupaten/kota serta hampir sekitar 50 cabor. (da.)

banner 336x280
banner 120x600
  • Bagikan