Iklan Suhatri Bur Kiri
Iklan Rahmang Kanan

Biaya Umrah Naik hingga Rp35 Juta, Ini Kata Kemenag Sumbar

  • Bagikan
biaya umrah di Sumbar 2021
Sejumlah jemaah saling jaga jarak saat melakukan tawaf mengelilingi Ka'bah di dalam Masjidil Haram saat melakukan rangkaian ibadah haji di Kota Suci Mekkah, Arab Saudi, Rabu (29/7/2020). Mewabahnya Covid-19, membuat Pemerintah Saudi hanya mengizinkan 10.000 orang melakukan tawaf tersebut. (Foto: Saudi Media Ministry)

Padang | Datiak.com – Biaya umrah berpotensi naik mencapai Rp35 juta pasca pandemi Covid-19 ini. Artinya, mengalami kenaikan sebelum pandemi yang hanya dikirasan Rp26 hingga Rp28 juta. Kendati begitu, Kemenag Sumbar belum bisa memastikan hal tersebut.

“Kita sifatnya menunggu informasi dari pusat saja saat ini,” ujar Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar, Joben.

Ia tidak menampik soal isu biaya umrah yang berpotensi dinaikan hingga Rp35 juta tersebut. Namun, pihaknya belum mendapatkan informasi dari Kementerian Agama (Kemenag) soal kenaikan itu. “Sampai sekarang, kita masih menanti kebijakan atau petunjuk teknisnya dari pusat,” ungkap Joben.

Kendati demikian, apabila memang biaya umrah dinaikkan oleh pemerintah, menurutnya sangatlah wajar. Mengingat, pandemi membuat prosedur yang harus diikuti jemaah umrah menjadi bertambah. Misalnya saja kebijakan karantina 5 hari yang dilakukan di asrama haji Jakarta serta di Mekkah.

“Soal transportasi tentu tidak bisa kapasitasnya diisi seperti sebelum pandemi. Kalau sebelum pandemi itu bisa diisi 45 orang, mungkin sekarang setengahnya. Begitupun kamar hotel yang biasanya bisa 4 orang, bisa saja sekarang hanya 2 orang per kamar. Jadi, masuk akal juga kalau biaya umrah naik,” hematnya.

Namun, ia kembali mengingatkan bahwa sampai sekarang pihaknya belum mendapatkan kepastian soal biaya tersebut. Sehingga, warga jangan dulu merasa cemas dengan wacana tersebut. “Kepastiannya akan kita informasikan setelah kita mendapat petunjuk dan informasi pusat,” tukasnya.

Menyangkut pemberangkatan jemaah umrah, Joben mengatakan masih seperti biasanya. Yakni melalui biro perjalanan umrah. Sedangkan Kemenag beperan dalam menyiapkan regulasi serta pengawasannya. “Di Sumbar ini ada 78 biro perjalanan umrah. Jika mereka sudah mulai buka, berarti mereka sudah siap memberangkatkan jemaah umrah,” jelasnya. (da.)


Baca berita Provinsi Sumatera Barat hari ini di Datiak.com

  • Bagikan