Bertahan Bacakan Surat Al-Anbiyaa di Tengah Guncangan Gempa

  • Bagikan
Kafilah Sumbar Abdullah Fikri menyelesaikan bacaan surat Al-Anbiyaa saat mengikuti lomba MTQ Nasional ke-28. (Foto: bimasislam.kemenag.go.id)

Dua hari berturut-turut Sumbar dilanda gempa. Bencana alam itu membuat warga panik, termasuk para kafilah yang tampil pada penyelenggaraan MTQ Nasional ke-28. Namun, ada seorang kafilah yang menahan kewaspadaan hingga ia selesai membacakan surat Al-Anbiyaa.

Gempa bumi berkekuatan 5,3 Skala Richter (SR) yang berpusat di Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) dengan kedalaman 11 Kilometer (KM) pada Rabu (18/11) pukul 11.41, dirasakan oleh masyarakat Kota Padang. Tak terkecuali para peserta MTQ Nasional yang bertanding di sejumlah venue perlombaan.

Kondisi tentunya membuat peserta MTQ Nasional ke-28 di Sumbar panik. Seperti diakui qariah asal Jawa Tengah (Jateng), Fatmawati. Saat terjadi gempa 2 hari berturut-turut, memang tidak sedang menjalani perlombaan. Namun, wanita Wanita 32 tahun itu sedang menyaksikan temannya tampil di GOR Universitas Negeri Padang (UNP).

Pada gempa pertama yang terjadi Selasa (17/11), Fatmawati sedang duduk di bangku penonton GOR UNP menyaksikan penampilan temannya. Kondisi demikian membuatnya kaget dan panik. “Merasakan guncangan gempa yang lumayan kuat, saya langsung saja lari bersama teman lain ke luar ruangan ke tempat yang lebih lapang,” ungkapnya.

Fatmawati menyampaikan, kondisi hampir sama juga terjadi pada gempa bumi yang terjadi kemarin (18/11). Dia juga sedang menyaksikan penampilan temannya di GOR UNP. Ia pun kembali lari dari ruangnya dengan sangat hati-hati, karena kondisinya yang sedang hamil.

Fatmawati mengaku kaget dan panik menyikapi gempa bumi, karena dirinya memang sudah belasan tahun tak merasakan bumi berguncang di daerah tempat tinggalnya. “Ya, ini yang pertama, makannya agak panik dan kaget,” pungkas peserta MTQ cabang lomba Kaligrafi Naskah Putri tersebut.

Selesaikan Penampilan

Berbeda dengan Abdullah Fikri, qari asal Sumbar yang bertanding pada cabang lomba Qiraat Sab’ah Mujawwad yang diselenggarakan di venue Masjid Raya Sumbar. Ketika Abdullah melantunkan surat Al-Anbiyaa ayat 1 di mimbar utama yang berukuran 3×5 meter itu, tiba-tiba saja dia merasakan guncangan gempa yang cukup kencang berlangsung beberapa detik.

Setelah merasakan guncangan gempa, Abdullah kemudian menoleh ke arah penonton. Ternyata sebagian mereka lari berhamburan keluar dari tenda penonton ke tempat yang lebih lapang. Memang, ia sempat waswas dan terdorong untuk pergi berlindung. Namun niat itu diurungnya.

“Jadi saat saya melihat sebagian penonton berlarian, saya juga sempat terpikir untuk lari dari mimbar utama ke tempat yang lebih aman. Namun saat itu saya di tengah lomba dan kemudian memutuskan untuk tetap lanjutkan membaca surat Al-Anbiyaa,” jelas Abdullah.

Abdullah mengungkapkan, ketika gempa bumi terjadi dan dalam posisi tampil. Dirinya mengaku ikhlas dengan segala apa pun yang terjadi akibat gempa bumi tersebut. “Saya sudah ikhlas jika misalnya gempa itu membuat saya cedera maupun meninggal dunia,” ungkapnya.

Setelah gempa bumi mulai reda dan berhenti. Abdullah pun dengan mantap dan penuh keyakinan terus melanjutkan perlombaan sampai akhirnya dia berhasil menuntaskan penampilannya.

Ketika Abdullah selesai tampil, dia pun langsung disambut haru oleh tim pendamping yang telah menunggu dirinya di bawah mimbar utama MTQN ke 28 tersebut. “Alhamdulillah saya bisa menuntaskan tugas saya pada lomba MTQ meskipun sempat terjadi gempa bumi. Mudah-mudahan saya bisa lolos ke babak final,” tuturnya. (da.)

  • Bagikan
Daftar dan masuk untuk mengambil konten!